Berita-compasnews.com. NTB - Bisnis tipu-tipu yang dilakukan oleh situs penipuan atas nama perusahaan Alibaba yang tersebar di seluruh platform media sosial terutama FB ini membuat masyarakat resah. penipuan berkedok workshiping ini menawarkan pekerjaan dengan membuka Toko Online dengan keuntungan sampai 20%, dengan ketentuan bahwa sebagai toko online tugas kita memproses orderan yang masuk ke toko online kita dengan modal sendiri, dimana modal dan keuntungan kita akan dikembalikan secara otomatis melalui akun toko online kita setelah 3-5 hari orderan pelanggan diproses.
Tapi sungguh ironisnya ini hanya merupakan bisnis tipu-tipu karena sampai mingguan bahkan bulanan modal saya sebagai pemilik toko online dimaksud tidak kunjung dikembalikan.Pada awak media ini salah satu korban dari NTB yang tidak mau diberitakan namanya mengatakan bahwa korban sudah tertipu oleh iklan rekrutmen toko online Alibaba, modalnya puluhan juta tidak dikembalikan oleh oknum manajemen Alibaba (27/3/2025)
Baca juga: Giat Sholat Jumat, Polres Bandara Ngurah Rai Lakukan Pengamanan
"Ini pengalaman yang menarik buat saya, karena setahu saya Perusahaan Alibaba ini adalah perusahan kelas internasional sehingga tidak mungkin akan melakukan bisnis tipu-tipu seperti ini."katanya.
Saya bersyukur hanya mencoba dengan modal puluhan juta karena memang saya ingin buktikan apakah benar seperti yang iklankan atau tidak. Apakah benar setelah paling tidak seminggu modal saya akan benar-benar dikembalikan secara otomatis atau tidak. Dan ternyata benar ini hanya bisnis tipu-tipu karena sampai lebih 2 bulanan modal tidak dikembalikan hingga saat ini dan baru menyadari bahwa ini memang bisnis sebagai modus penipuan."ungkap korban.
Baca juga: Amankan Ibadah Paskah, Polres Bangkalan Siagakan Personel di Gereja Paroki Maria Fatima
Pihak manajemen Alibaba yang dihubungi melalui wa-nya salah seorang konsultan toko onlinenya Febiani mengatakan,
"Berita yang bagus ya kak, namun sayang nya di sini kami bukan bagian dari oknum yang kakak maksud kak," jawabnya (27/3/2025)
Selanjutnya korban menghimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan iklan-iklan berkedok toko online dengan keuntungan menggiurkan karena itu merupakan salah satu modus penipuan.
Saifudin
Editor : Badwi