Menjaga Marwah Profesi: PWI Tegaskan Standar Ketat Keanggotaan di Era Profesionalisme

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com,PONTIANAK,KALBAR – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan kembali komitmen organisasi dalam menjaga integritas profesi wartawan. Dalam pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kalimantan Barat di Aula Politeknik Negeri Pontianak, Selasa (9/6/2026), Munir menekankan bahwa keanggotaan PWI bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan.

Bagi PWI, menjaga standar mutu adalah harga mati. Setiap calon anggota diwajibkan melewati serangkaian tahapan prosedural, mulai dari pembuktian rekam jejak di perusahaan pers yang terverifikasi Dewan Pers, hingga kewajiban menuntaskan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Menjadi anggota PWI tidaklah mudah, dan memang tidak dirancang untuk mudah. Ada tahapan yang harus dilalui demi menjaga marwah serta martabat profesi kita di mata publik," ujar Munir di hadapan para peserta.

Menapaki Jejak Sejarah, Dalam pesannya, Munir mengajak para calon anggota untuk meneladani spirit para pendahulu. Sebagai organisasi profesi tertua yang lahir pada Februari 1946—tak lama setelah proklamasi kemerdekaan—PWI telah menjadi kawah candradimuka bagi tokoh-tokoh besar seperti Adam Malik, Mahbub Junaidi, hingga Rosihan Anwar.

"PWI adalah napas perjuangan wartawan Indonesia. Organisasi ini telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang kontribusinya bagi pembangunan negeri tidak diragukan lagi," imbuhnya.

Dengan basis anggota yang mencapai 45 ribu orang di seluruh penjuru Indonesia, Munir menegaskan pentingnya menjaga independensi. Ia menegaskan bahwa meskipun secara kuantitas PWI mampu menjadi kekuatan besar, organisasi ini tetap memegang teguh jati dirinya sebagai organisasi profesi, bukan kendaraan politik praktis.

Menutup Babak Dualisme, Menyongsong Soliditas, Menyinggung dinamika internal yang sempat terjadi pada kurun 2023–2025, Munir menyatakan bahwa babak dualisme telah berakhir melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan pada Agustus 2025 lalu. Dirinya, yang terpilih mengemban amanah melalui forum tersebut, kini berfokus penuh pada penyelesaian residu administrasi dan penguatan konsolidasi.

Meski mengakui adanya sisa tantangan psikologis di sejumlah daerah akibat konflik tersebut, Munir optimistis. Menurutnya, hikmah di balik tantangan dua tahun terakhir justru menjadi pelecut semangat anggota untuk kembali bersatu.

"Hari ini, aura PWI kembali segar. Gairah rekan-rekan anggota untuk berorganisasi tumbuh kembali. Soliditas inilah yang kita jaga agar PWI tetap menjadi organisasi yang terhormat," tuturnya.

Investasi Sumber Daya Manusia, Mengakhiri sambutannya, Munir memberikan apresiasi kepada sekitar 40 peserta OKK PWI Kalbar. Ia berpesan agar orientasi ini tidak sekadar dipandang sebagai syarat administratif, melainkan sebuah proses pendewasaan diri bagi setiap wartawan.

"OKK adalah langkah awal untuk membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral. Inilah cara kita mengabdi kepada masyarakat, melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab," pungkasnya menutup acara.

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru