Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Baithul Amanah Polresta Denpasar

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Telah berlangsung pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Baithul Amanah Polresta Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Kasat Polair, Kapolsek Denpasar Selatan, Kapolsek Denpasar Timur, serta Ustaz Masrur SPdI sebagai penceramah. Kegiatan ini juga diikuti oleh sekitar 300 jamaah, yang terdiri dari anggota Polresta dan jamaah Mushola Baithul Amanah.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Elsa, putri dari Ipda Purn. Mujiani, yang diiringi dengan lantunan Hadrah. Ketua Panitia sekaligus Ketua Muslim Polresta Denpasar, Heru Prihandoko, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersedekah dan jamaah yang berperan dalam mensukseskan kegiatan Maulid Nabi, baik dari rangkaian acara pagi hingga malam hari. Ia menekankan pentingnya sinergitas antara Polri dan masyarakat, serta menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Baca juga: Pengajian Rutin Penuh Kehangatan Digelar di Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya

Kapolresta Denpasar yang diwakili oleh Kasat Polair, Kompol Andre Wiastu Prajitno, SH, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan elemen masyarakat menjelang Pemilukada, agar tercapai suasana yang aman dan sukses sesuai dengan tema Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengingatkan bahwa anggota Polri harus menjaga netralitas dalam kegiatan politik praktis, tidak memihak pada salah satu pasangan calon.

Baca juga: Keluarga Besar Abdul Halim Jan dan Hariyati Zakaria Gelar Peringatan Maulid Nabi & Tahlil 100 Hari Almarhumah Hj. Nirah

Acara dilanjutkan dengan mahalul qiyam, yaitu pembacaan sholawat Berjanzi oleh grup Hadrah. Ustaz Masrur SPd kemudian menyampaikan ceramah yang menekankan bahwa sunnah Nabi terbagi menjadi dua, yaitu sunnah yang mengikat dan tidak mengikat. Sunnah yang mengikat adalah tindakan dan perbuatan Nabi yang jelas memberikan manfaat bagi umatnya, sementara yang tidak mengikat adalah budaya atau kondisi fisik yang tidak harus diikuti oleh umat.

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dan kebersamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjaga hubungan baik antara anggota Polri dan masyarakat.

Baca juga: Masyarakat Desa Cikoang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Meriah dan Unik

(Daeng)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru