Selasa, 23 Jun 2026 06:15 WIB

Diduga Berkedok Hobi, Kontes Ayam Bangkok Berhadiah Fantastis Tuai Sorotan Publik

Berita-compasnews.com, Blitar - Beredarnya undangan kegiatan bertajuk Kontes Ayam Bangkok yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 di kawasan Jati Lengger, menuai perhatian masyarakat. Dalam selebaran yang beredar luas, panitia mengundang para penghobi ayam laga untuk mengikuti kegiatan dengan hadiah yang terbilang cukup besar. Santa (13/6/2026). 

Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa peserta akan memperebutkan berbagai hadiah menarik, mulai dari satu ekor sapi untuk kategori ayam pukul tercepat, satu unit sepeda listrik untuk ayam jalu terbaik, hingga hadiah hiburan berupa kambing. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dengan syarat minimal 15 pasangan ayam yang akan digandengkan.

Meski dikemas sebagai ajang silaturahmi dan hobi para penghobi ayam laga, sejumlah warga menilai kegiatan semacam ini berpotensi menimbulkan berbagai persoalan apabila tidak diawasi secara ketat oleh aparat penegak hukum (APH). Pasalnya, kontes ayam laga kerap dikaitkan dengan praktik perjudian yang melanggar hukum apabila terdapat unsur taruhan di dalamnya.

Masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan langkah antisipasi yang dilakukan oleh aparat terkait terhadap kegiatan tersebut. Warga berharap aparat kepolisian serta instansi terkait dapat melakukan pemantauan secara langsung guna memastikan kegiatan berlangsung sesuai aturan dan tidak menjadi ajang perjudian terselubung.

"Kalau memang hanya sebatas kontes hobi tentu tidak masalah, tetapi jika di lapangan terdapat unsur taruhan atau perjudian, maka aparat harus bertindak tegas tanpa pandang bulu," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Publik berharap aparat penegak hukum tidak menunggu munculnya laporan atau keramaian di media sosial untuk bertindak. Langkah preventif dan pengawasan sejak awal dinilai penting guna menjaga ketertiban masyarakat serta mencegah potensi pelanggaran hukum.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun aparat terkait mengenai legalitas dan mekanisme pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun masyarakat meminta agar APH tidak menutup mata terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan praktik perjudian dengan dalih menyalurkan hobi.

Editor : Badwi