Diduga Kurang Pengawasan, Proyek PISEW Desa Karang Anyar di Garap Asal - Asalan

berita-compasnews.com

Bondowoso| Berita-kompas. Com - Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang di gelontorkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2023, ditenggarai tidak sesuai harapan.

Hal ini dikarenakan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait, sehingga dalam pekerjaan program tersebut di duga asal-asalan, seperti yang terjadi di Desa Karang Anyar Kec. Tegalampel.

Sebut saja, Rudianto selaku Ketua KKAD Desa Karang Anyar dan Desa Purnama mengaku tidak tahu terkait berapa Anggaran sudah di cairkan dan berapa besarannya untuk masing-masing Desa antara Karang Anyar dan Desa Purnama.

[caption id="attachment_7516" align="aligncenter" width="300"] Tampak jelas kualitas pasir yang digunakan, dan tidak ada alat pencampur bahan/Molen dilokasi kegiatan .(fto. Red. Dok)[/caption]

" Saya tidak tahu mas, soalnya Saya masih baru di sini dan Saya di tunjuk oleh Pak Kades untuk menjadi Ketua KKAD. " Tuturnya seraya langsung menghubungi pendamping untuk mepertanyakan terkait Anggaran tersebut.

Tidak seberapa lama kemudian akhirnya Ketua KKAD yang sudah selesai menghubungi pendamping memberitahu pada Media ini kalau Anggaran yang sudah di cairkan sebesar Rp. 160. Juta.

"Saya Sudah Tanyak ke JJ (pendamping red), untuk Desa Karang Anyar Anggarannya Rp. 320. Juta sedangkan sisanya Rp. 180. Juta Anggaran untuk di Desa Purnama, " Ujar Rudi. Rabu (16/08/2023) di lokasi pekerjaan.

Dan ironisnya lagi pada saat di tanya terkait siapa pengurus KKAD selain Ketua, justru ia kebingungan, terkesan kepengurusan Kelompok Kerja sama Antar Desa tersebut diduga kuat di formalitas tanpa adanya Musyawarah Desa dan Berita Acara.

"Kalau sekretarisnya buk. Kades Purnama, namanya Saya ngak tahu, dan Bendaharanya Buk. Kampung disini (Kasun) Saya juga lupa namanya. " Tuturnya kebingungan dan langsung pergi meninggalkan media ini tanpa pamit.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi proyek, tampak jelas pada saat pengolahan bahan stesi (Campuran), tidak ada alat pembanding untuk menentukan berapa banding berapa (Pc dan Pasir), bahkan pengulahannya campuran bahan tersebut masih manual tidak memakai molen sehingga kuat dugaan kwalitas bangunan Saluran tersebut terindikasi tidak sesuai Specifikasi dan tidak maksimal.

( Red )

Editor : Bambang

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru