Berita-compasnews. com | Sampang - Sebuah video tentang banjir di Sampang, tepatnya di simpang empat jalan Imam Bonjol, jalan Panglima Sudirman, KH Hasyim Asy'ari, dan jalan Melati, viral di media sosial seperti WhatsApp, TikTok, dan YouTube. Namun, Taufik, yang muncul dalam video tersebut, memberikan klarifikasi bahwa video tersebut sebenarnya diambil 2 tahun yang lalu. Minggu (18/05/2025)
Taufik menjelaskan bahwa video tersebut memang menampilkan dirinya, tetapi diambil pada waktu yang berbeda. Ia meminta maaf atas kesalahpahaman ini dan berharap klarifikasi ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman di masyarakat.
Baca juga: Banjir di Sampang, Madura: Warga Kampung Kajuk Mengharapkan Perhatian Pemerintah
Video tersebut viral setelah diunggah oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Banyak orang yang salah mengartikan bahwa video tersebut adalah kejadian terkini, sehingga menyebabkan keresahan di masyarakat,"jelasnya
Penyebaran video tersebut menyebabkan banyak orang yang menghubungi Taufik untuk meminta klarifikasi. Taufik merasa perlu memberikan klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman yang lebih lanjut.
Baca juga: Tanggap Cepat Babinsa 0822/01 Kota dan BPBD Atasi Banjir di Kampung Arab Bondowoso
Taufik meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyebaran video tersebut. Ia berharap bahwa klarifikasi ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman di masyarakat.
Klarifikasi Taufik menunjukkan pentingnya memberikan informasi yang akurat dan jelas dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Dengan memberikan klarifikasi, Taufik berharap dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan keresahan di masyarakat.
Baca juga: Banjir Kecil Menggenangi Kampung Kajuk, Warga Minta Pompa Air Segera Dibangun
Kasus video banjir di Sampang ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan informasi yang akurat dan jelas dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Dengan memberikan klarifikasi, Taufik berharap dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan keresahan di masyarakat.
Taufik Kabiro
Editor : Taufik