Tiga Hari Usai Melahirkan,Bayi Dinyatakan Meninggal, Pihak Keluarga Geruduk RS Jamaluddin 1 Sukadana

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Tak Terima Bayi umur 3 hari dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin 1 sukadana,kedua pihak keluarga Bapak Almarhum dari desa rantau panjang Dan Ibu bayi dari desa benawai agung ramai ramai mendatangi RS.

 

Baca juga: Menjadi Sorotan Publik, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Luruskan Terkait Kendala Pembayaran Honor Dokter Spesialis

Dengan nada yang keras,aura kesal kecewa , Pak Ude Achmadi Paman dari si bayi tak terima atas meninggal keponakan nya, yang mana ini anak pertama dari pasangan dheden dan Feby, karena selama 6 tahun pernikahan nya mereka belum juga di karuniai anak.
Ternyata  Allah Berkehendak lain.
semua nya kami Terima dengan ikhlas.

 

Tapi Sangat di sayangkan sekali  pihak RS tidak memberi tahu di masa kritis bayi.
Gimana kita tidak marah,pada jam 8 pagi jumat  orang tua bayi mengantarkan asi di kasikan ke perawat,lalu orang tua si bayi sempat mempertanyakan kondisi anak nya,jawab perawat aman aman saja pak dalam kondisi sehat, mendengar kabar baik dari perawat ,orang tua si bayi menuju pulang ke rumah nya. Tiru Ude Achmadi. Jumat (31/10/2025) 15:00 wib

 


Lebih lanjut,ude Achmadi menjelaskan.
Sesampai nya di rumah,handphone Bapak si bayi lobet.
berselang satu jam pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin 1 sukadana menghubungi tetangga rumah nya,untuk segera memberitahu orang tua pasien bahwa anak nya kejang kejang.Imbuh nya.

 


Dheden orang tua pasien bersama bapak kandung  nya saipol langsung menuju rumah sakit,setiba di RS orang tua pasien di suruh masuk ke dalam,ternyata anak nya sudah meninggal, bukan kejang kejang lagi seperti yang di sampaikan perawat awal nya lewat tetangga.

 

Namun  Saipol menduga satu jam yang lalu sudah meninggal bertepatan watu orang tua nya mengantarkan susu yang di titipkan ke perawat di ruangan   Perinatalogi, Ujar saipol 

 

Baca juga: Keluh Kesah Warga Jalan Rusak, Bupati Romi Wijaya Tinjau Kerusakan Jalan Masbangun dan Sukamaju

Rasa haru yang awal nya penuh kebahagiaan menyambut kedatangan cucu pertama di tengah keluarga,semua nya sirna,terasa hampa duka yang sangat mendalam.
Derai air matapun darib pihak keluarga mulai membasahi wajah, terutama Bapak dari si bayi sementara ibu nya terpisah dari bayi.
Tak sanggup menahan tangis melihat si buah hati terbaring  dengan mata tertutup wajah dan sekujur tubuh membiru.

 


Akhirnya Keluarga mempertanyakan ke pihak rumah sakit" merujuk pada situasi umum di mana keluarga pasien yang berduka mencari penjelasan atau menuntut pertanggungjawaban dari rumah sakit, Karena menduga adanya kelalaian medis, malpraktik, atau penelantaran pasien.
red

 

Melalui Humas RSUD Sultan Muhammad Jamluddin 1 sukadana , Ridwansyah Kepala Bagian Tata Usaha/Humas memberikan ruang diskusi kedua belah pihak,mau itu pihak bayi dan dr ahli kandungan untuk menjelaskan.


Sambut dr Ahli kandungan  memaparkan penyebab meninggal seorang bayi laki laki umur 3 hari,
Pada kondisi normal, janin menelan air ketuban sebagai bagian dari proses pernapasan, dan ini tidak berbahaya. Namun, stres janin tertentu (seperti kekurangan oksigen atau infeksi) dapat menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium ke dalam air ketuban sebelum atau selama persalinan. Jika bayi menghirup air ketuban yang mengandung mekonium saat lahir, hal ini dapat menghalangi jalan napas dan mengiritasi jaringan paru-paru. 


Dalam pemeriksaan juga kami sudah lakukan tigal hal dasar,pengecakan pertama pada daya tubuh nya,yang kedua apa kah terjadi infeksi  ketiga faimen ofden ,ternyata si bayi mempunya kelainan sehingga mengeluarkan zat kuning melebih dari normal oleh karena itu kita edukasi bahwa bayi ini sedikit depresi karena melebihi 10 kali lipat kenormalan nya.


Lebih lanjut Sesak napas yang menyebar ke paru-paru  jantung dan otak sementara otak hal yang rawan sehingga menyebabkan kadar oksigen dalam darah bayi menurun drastis. Kekurangan oksigen ini memberikan tekanan besar pada sistem kardiovaskular bayi yang baru lahir.


dalam hal ini kami dari pihak rumah sakit sudah  berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk pasien.
semua nya sesuai SOP kita sudah laksanakan.
Ternyata yang maha kuasa punya rencana lain. Selamat jalan anak surga.
kami juga dari pihak RS Jamaluddin turut berduka cita yang sedalam dalam nya atas kepergian si buah hati anak Bapak dan Ibu. Ungkap Nya 

 

Merasa tidak puas dengan jawaban ini ke esokan hari nya Sabtu (1/11/2025) orang tua pasien  paman dan datok dari si buah hati nya mendatangi Mapolres kayong Utara membuat laporan pengaduan meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin 1 sukadana.
Kepada awak media berita compas dheden dan keluarga nya meminta polres kayong Utara segera memanggil kedua belah pihak agar semua nya terang benderang (Juminggu)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru