Tak Terima Kontrak Kerja Dialihkan Sepihak, Sejumlah Warga Desa Batu Barat Nyaris Baku Hantam Dengan Manager PT JV

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Sejumlah Warga Desa Batu barat yang tergabung dari kontraktor selaku penerima Surat perintah kerja (SPK) Ricuh dikarenakan adanya pengalihan SPK Oleh PT Jalin Vanio Yang beroperasi di bidang perkebunan kelapa sawit  wilayah hukum kalimantan barat tepat nya di desa batu barat kecamatan Simpang hilir kabupaten kayong utara, Kini menjadi sorotan publik.

Berawal dari sebuah surat yang di kirimkan  oleh pihak perusahaan pt jv kepada warga yang pemegang SPK, kami tidak memutus kontrak tapi pemindahan atau pengalihan  lokasi kerja, kita juga dalam hal ini tidak asal asalan tentu nya sudah melewati tahap internal perusahaan serta pertimbangan, Ujar Manager Pt JV Her Panus Jum'at (2/1/2026) 10:00 win

Baca juga: Diduga Karhutla Konsesi PT Mayawana Persada Merembet Masuk ke Area Kebun  Baru PT Jalin Vaneo, GM Martua Siahaan Bantah

Lebih lanjut Yus Selaku perwakilan sejumlah kontraktor merasa itu tidak sah secara hukum, setidaknya ada musyawarah sebelum surat itu sampai ke  warga.

Tidak boleh main pindah pindah sembarangan, ini jelas keinginan sepihak bukan keinginan bersama.
jelas kami warga desa batu barat ingin bekerja angkut buah kebun plasma di wilayah desa kami tidak mau di pindahkan ke desa lain.

Baca juga: Dugaan Karhutla di Area PT Jalin Vaneo, Keberadaan dan Penanganan Api Dipertanyakan

Ada nya perusahaan masuk ke desa batu barat dengan tujuan ingin mensejahterakan kehidupan warga desa, bukan malah mempersulit atau memperkeruh suasana di kampung.

Apa lagi wilayah kerja kami nanti di pindahkan ke desa tetangga seperti desa lubuk batu, tentu di sana banyak juga dump Truck (DT) yang beroperasi angkut buah sawit kebun plasma desa lubuk batu, dengan kehadiran kami di sana belum tentu juga mereka menerima. Jelas Yus

Baca juga: Detik-detik Hutan Yang Berdampingan Lahan Baru PT Jalin Vanio Terbakar, Sebagian Api Hanguskan Kebun Warga

Di lain tempat, sumar warga desa lubuk batu juga menolak jika kehadiran warga desa batu barat membawa SPK nya beroperasi di wilayah desa kami, untuk kami sendiri desa lubuk batu masih ke kurangan angkutan, di tambah lagi DT dari desa lain, tentu kami di sini mau kerja apa?
yang jelas kami juga menolak, Tutup Sumar (Juminggu)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru