Berita-compasnews.com, Tabanan. Bali — Pelaku usaha hortikultura tanaman hias Aglaonema di Desa Pejaten, Kabupaten Tabanan, Bali, mulai didorong untuk mengembangkan pengelolaan usaha berbasis teknologi digital melalui penerapan Smart Inventory System, sistem kasir digital (Point of Sale), dan katalog produk berbasis QR-Code. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada 6–7–8 Juli 2026 bersama pelaku UMKM hortikultura Aglaonema Desa Pejaten. Program hadir sebagai respons terhadap pencatatan stok yang dilakukan secara manual, dokumentasi transaksi penjualan yang belum sistematis, serta keterbatasan jangkauan pemasaran.Selasa 18/08/2026.
DARI PENCATATAN MANUAL KE SISTEM DIGITAL
Baca juga: Kenali Prosedur dan Syarat Pemecahan Bidang Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan
Selama ini, pencatatan inventori secara manual berpotensi menimbulkan perbedaan antara jumlah stok fisik dengan data yang tercatat. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kesalahan dalam pengelolaan persediaan. Melalui Smart Inventory System, pelaku usaha diarahkan melakukan pencatatan stok secara lebih terstruktur dan dapat diperbarui secara real-time.
Sistem kasir digital diterapkan untuk membantu mencatat transaksi penjualan secara otomatis sekaligus memudahkan penyusunan laporan penjualan dan rekapitulasi keuangan.
AKURASI STOK MENINGKAT HINGGA 90 PERSEN
Berdasarkan evaluasi kegiatan, penggunaan Smart Inventory System mampu meningkatkan akurasi pencatatan stok hingga sekitar 90 persen. Sistem membantu mitra memantau ketersediaan tanaman dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan. Dari sisi pemasaran, penggunaan katalog berbasis QR-Code juga berdampak pada transaksi. Jumlah transaksi penjualan tercatat meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan sebelum penggunaan katalog digital.
QR-CODE PERLUAS AKSES PEMASARAN
Program juga menyasar aspek pemasaran melalui katalog produk berbasis QR-Code. Calon konsumen dapat mengakses informasi produk melalui smartphone dengan memindai kode QR. Cara tersebut memberikan akses informasi yang lebih praktis untuk memperkenalkan berbagai jenis tanaman Aglaonema yang dimiliki mitra serta memperluas jangkauan pemasaran UMKM.
PELATIHAN HINGGA PENDAMPINGAN
Program dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Mitra dilibatkan sejak tahap sosialisasi, pelatihan, implementasi sistem, pendampingan hingga evaluasi.
Dalam pelatihan, mitra mendapatkan pemahaman mengenai Smart Inventory System, sistem kasir digital, dan katalog QR-Code. Pendampingan dilakukan agar teknologi dapat digunakan secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Pendekatan tersebut turut meningkatkan literasi digital dan kepercayaan diri mitra dalam mengelola usaha berbasis data.
DORONG UMKM DESA LEBIH KOMPETITIF
Transformasi digital pada UMKM Aglaonema Desa Pejaten diharapkan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi menjadi bagian dari perubahan cara pengelolaan usaha. Integrasi sistem inventori, kasir digital, dan katalog QR-Code memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk mengelola stok dengan lebih akurat, mencatat transaksi secara sistematis, memperluas pemasaran, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Secara keseluruhan, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, literasi digital, dan daya saing UMKM hortikultura di wilayah pedesaan.
Editor : Badwi