Perangkat Desa Ngluyu Diduga Lakukan Pungli Program PTSL Demi Keuntungan Pribadi

berita-compasnews.com

Beritakompas.com, Nganjuk - program ptsl dari kementerian ATR/BPN membantu masyarakat yang kurang mampu untuk sebidang tanah yang belum mempunyai SHM dengan biaya yang sangat terjangkau sekali.tetapi program tersebut rupanya justru digunakan kesempatan dalam kesempitan untuk melakukan pungli serta ladang demi kepentingan pribadi.

Salah satunya desa Ngluyu kecamatan Ngluyu yang mendapatkan kuota 350 bidang tanah,justru pada saat pengukuran berpotensi adanya pungli.

Seperti yang disampaikan oleh warga masyarakat serta rekaman saat konfirmasi yang menjadi pemohon ptsl,dirinya dimintai uang sebesar 200 ribu oleh perangkat untuk biaya pengukuran,setelah itu nanti baru biaya ptsl dikenakan 500 ribu.

"Sementara pernyataan dari masyarakat tentang biaya 500 ribu tersebut disangkal oleh kamituwo warji belum ditetapkan karena belum kades belum membentuk panitia dan belum penetapan biaya,tetapi kalau untuk 200 ribu itu memang benar adanya,dan itu biaya operasional yang mengukur.

Tetapi saat awak media saat konfirmasi dengan pariyono selaku kades Ngluyu,dibantah sampai sekarang belum ada biaya karena ada tahapan pengukuran ke 2,ditanya soal ada perangkat menarik biaya,lanjut kades menjelaskan itu sifatnya tidak menarik tetapi itu iuran,jelas kades Ngluyu saat dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp.bersambung

(Sony)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru