Kesenian Musik Combodug Ramaikan Saur On The Road Kota Sampang

berita-compasnews.com

Beritakompas.com, Sampang - Kesenian Musik combo dan dug dug yang disingkat Combudug Digelar Jelang Sahur di Kota Sampang, kabupaten Sampang, Madura - Jawa timur Minggu (24/03/2O24) malam. Pukul 01:00 WIB,

Banyak cara dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan menggunakan kesenian musik daerah. Tradisi musik combudug misalnya, tradisi ini terdiri dari sejumlah alat musik seperti gong, kenong, gendang, rebana, trompet, harmonika serta kereta dorong yang digelar di sepanjang Tugu monomen kota Sampang tepatnya jalan wahed Hasyim.IiN salah satu warga dan pelajar mengatakan, "sangat senang dan sudah menjadi favorit warga di Kota Sampang, untuk berduyun-duyun pada dini hari hanya sekadar ingin menonton kelompok musik combudug, adapun yang tampil Di malam tersebut antara lain Darma langit, lanceng Segoro, semut merah, Putra pahlawan-suhadak (PPS), putra panglima, putra branjangan, kalabang hitam dan banyak lagi kelompok musik dari kota Sampang.

"Kesenian musik Dug-dug ini sangat unik, selain untuk membangunkan orang sahur, juga menjadi tontonan favorit di bulan Ramadhan," katanya.

Sajian musik tradisional yang enak didengar, apalagi disajikan di waktu dini hari yang sunyi dan tenang ini akan membuat orang penasaran ingin menontonnya.

"Keunikan musik ini dengan instrumen rebana, gendang, gong, suling, trompet dan kenong memberikan kesan yang mendalam dan menggugah hati bagi siapa saja yang mendengarnya," tambahnya.

Sementara itu, Fariq, salah satu warga juga menyampaikan bahwa saat ini kecintaan terhadap tradisi dan budaya musik daul ini sudah mulai merambah ke anak usia dini. Banyak anak kecil yang ikut menonton, bahkan menjadi pemain, sehingga kegiatan positif ini sebagai salah satu cara melestarikan budaya musik tradisional seperti yang dimainkan para pemain dari kelompok musik tersebut karena bersifat positif.

"Semoga tradisi musik combudug bisa dilestarikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya lokal masyarakat Kota Sampang, saat melakukan ibadah makan sahur," ungkapnya

(Taufik)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru