Pembunuhan Karakter Wartawan Pandeglang Dituduh Diberi Uang Oleh Kepala Desa Hasil Pemotongan Pembagian BPNT

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Pandeglang - Sangat miris dan merusak citra di masyarakat atas pekerjaan profesi wartawan yang dituduh diberi amplop oleh kepala desa hasil pemotongan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang padahal itu kebijakan dari kepala Desa.

Hal ini dapat dilihat dari pemberitaan yang ditayangkan oleh media "Literasi Publik" salah satu media online di Pandeglang tentang adanya perangkat Desa Curug yang membagi-bagikan amplop kepada wartawan yang di anggap hasil pemotongan dari dana bantuan sosial BPNT itu sangat tidak benar dan ada apa dengan dengan wartawan Literasi Publik tersebut.

Wartawan Investigasi Pandeglang dari media Berita-compasnews.com "Toni Metik" menyayangkan adanya wartawan dari media "Literasi Publik" yang menduga amplop yang di bagikan kepada para wartawan-wartawan yang sedang menjalankan tugasnya sebagai sosial kontrol di Desa Curug, oleh perangkat Desa Curug diduga hasil pemotongan dana bantuan sosial BPNT itu sangat tidak benar dan salah besar.

"Tindakan yang sangat melanggar Kode Etik dengan mencantumkan nama tanpa ijin, apalagi pemberitaan tersebut menurut saya tanpa konfirmasi dan amplop yang dibagikan ke para wartawan itu kebijakan dan ucapan terimakasih dari pihak desa tidak ada unsur pemaksaan dan pemerasan.

Sedangkan dalam pemberitaan tersebut mencantumkan nama saya jelas ini pencemaran nama baik tanpa konfirmasi lagi ko bisa bisa di tayangkan apa itu wartawan kalau seperti itu, karena saya juga jadi wartawan tahu aturan dan tahu Kode Etik Jurnalistik.

Terkait Dugaan adanya pemotongan bantuan sosial BPNT yang tudukan kepada Kepala Desa Curug yang amplopnya di berikan ke wartawan yang sedang menjalankan tugasnya di Desa Curug itu bukan hasil pemotongan bantuan sosial BPNT itu semata-mata kebijakan kepala desa sekaligus ucapan terimakasih kepada wartawan bukan suapan," jelasnya.

Harusnya Wartawan dari "Literasi Publik" sebelum mentayangkan pemberitaan harusnya sesuaikan dengan apa yang di lihat, apa yang didengar itu yang di curahkan dalam tulisan dan itupun harus hasil konfirmasi dari semua pihak yang bersangkutan yang akan di cantumkan dalam tulisan jangan asal tulis.

Saya sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang mencantumkan nama saya, dan ini jelas pencemaran nama baik dan masalah amplop yang diberikan kepada wartawan oleh perangkat Desa Curug, menurut saya itu kebijakan dari kepala desa atau ucapan terimakasih dari pihak desa Curug," tegasnya.

(Toni metik)

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru