Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Warga Petani kemitraan desa sungai paduan mempertanyakan sistem bagi hasil antara warga petani kemitraan dengan pihak perusahaan PT argo Kalimantan pustaka (KAP) di bawah nauangan koperasi serba usaha karya Masyarakat.Sabtu (11/01/2025)
Ibrahim cadra mewakili para anggota koprasi menyatakan bahwa ada kertetutupan pihak perusahaan pt kap.masalah nya setiap kami menerima gaji dari kebun kemitraan, tidak pernah pihak perusahaan memberikan atau melampirkan rincian dari buah hasil.aneh nya harga buah turun segitu juga hasil nya harga buah naik sekarang hasil dan gaji kami terima ya tidak jauh beda.dan kami juga tidak mengetahui siapa ketua koperasi dan pengurus lain nya.sehingga kesulitan berkomunikasi, oleh karena itu media online lah solusi nya agar pihak perusahaan secepat nya mengadakan pertemuaan dengan kami anggota petani kebun kemitraan.
Jelas kan ke kami sejelas jelas nya agar tidak muncul sebuah kecemburuan sosial di Lingkungan masyarakat.
Dan kami juga mempertayakan, beberapa tahun yang lalu pembukaan lahan kemintraan kurang lebih 17 herktar arti nya ada 17 kepala keluarga dan 17 kartu kemintraan yang sudah di bagikan, tak lama kemudian 17 kartu itu di tarik lagi oleh pihak perusahaan PT Argo Kalimantan Pustaka (KAP) Ujar Ibrahim.
"Humas PT KAP, Sapto menjelaskan Sabtu (11/01/2025) 20:47 wib Sistem pembagian hasil kebun kemitraan kami 80:20.Tertuang dgn MOU yg sdh di sepakati bersama antara perusahaan & koperasi.
Untuk penjelasan lebih detail, silahkan datang ke kantor kami di paket 7.Terkait 17 kartu yang di tarik silahkan hubungi pihak koperasi. Imbuh nya. SAPTO
(Juminggu)
Editor : Badwi