Rabu, 15 Jul 2026 19:20 WIB

GAPKM Hentak Meja , Desakan Bak Petir Mengoyak Langit  “KPK, Jangan Tunggu Besok! Tindaki Mahrus dan Anwar Sadad!”

Berita Compas,Probolinggo, — Angin politik Jawa Timur mendadak berubah menjadi badai besar ketika Presiden GAPKM, Juned ST, kembali muncul dengan suara yang tak sekadar lantang, tetapi menggelegar seperti dentuman meriam yang ditembakkan ke langit gelap. Dalam pernyataannya, Juned tak lagi berbicara dengan gaya diplomatis. Ia menabuh genderang ultimatum, tajam dan menghunjam, seolah ingin membangunkan raksasa yang sedang tidur di gedung KPK.

“Tangkap Mahrus dan Anwar Sadad sekarang juga!” teriaknya, 25/11/2025, kalimat yang melesat seperti anak panah api menembus udara.

Kemenangan KPK atas gugatan praperadilan salah satu tersangka dana hibah Jatim disebut Juned sebagai momentum emas yang tidak boleh diperlakukan seperti bunga layu. Menurutnya, ini waktu bagi KPK berubah menjadi singa yang baru lepas dari rantai mengaum, menerjang, dan menggulung siapa pun yang terlibat dalam pusaran kasus hibah Jatim, sesuai bukti yang dimiliki penyidik.

Ia menegaskan, masyarakat sudah terlalu sering disuguhi drama tarik-ulur yang terasa seperti siksaan psikologis. “Jangan sampai KPK terjebak bisikan elit atau kepentingan gelap yang bikin langkah jadi lembek,” Ujarnya. Juned menilai bahwa figur seperti Anwar Sadad, yang asetnya telah disita, seharusnya tidak lagi berada di tahap menunggu undangan manis melainkan sudah memasuki fase proses hukum tegas bila memang bukti memenuhi syarat.

“Kabut ketidakpastian bagaikan erupsi gunung Semeru ini bikin rakyat sesak napas. KPK harus menyalakan lampu sorotnya seterang mungkin,” Katanya.

GAPKM juga menyentil kemampuan KPK dalam mengurai kasus besar lain, seperti proyek Whoosh, bila perkara hibah Jatim saja masih seperti kereta mogok di tanjakan. Juned mengakui keberhasilan KPK menjerat Sahat Simanjuntak, namun mengingatkan bahwa keadilan belum selesai selama nama-nama lain yang disebut publik belum diproses secara hukum oleh KPK.

Menurutnya, jika Mahrus dan Anwar Sadad benar-benar dinaikkan statusnya dan ditangkap berdasarkan bukti kuat, maka publik akan melihat bagaimana potensi kerugian negara dalam kasus ini bisa membesar seperti gelombang laut yang menyeret segalanya. Apalagi aliran dana diduga tidak hanya mengalir ke kelompok masyarakat, tapi juga ke yayasan tertentu dugaan yang tentu harus dibuktikan secara hukum, bukan sekadar asumsi.

Pernyataan GAPKM hari ini menghantam ruang publik seperti godam raksasa memecahkan batu karang. Tidak ada hiasan kata, tidak ada rem. Juned menutup sikap kerasnya dengan peringatan yang menggigit,

“Jika KPK ingin dihormati rakyat, jangan takut pada bayang-bayang politik. Keadilan yang dibiarkan menunggu itu seperti api kecil yang perlahan membakar rumah besar bernama kepercayaan publik.”

Berita terus dikembangkan…  bersambung

Redaksi

Editor : Badwi