Berita-compasnews.com, Bali – Persebaya Surabaya akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan menorehkan sejarah sebagai juara Piala Presiden 2026. Bajul Ijo memastikan gelar perdana di ajang pramusim bergengsi tersebut setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Persebaya. Selain mengangkat trofi untuk pertama kalinya, klub kebanggaan Kota Surabaya itu juga berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp8 miliar. Sosok kiper Reza Arya menjadi bintang kemenangan setelah tampil gemilang dengan menggagalkan dua eksekusi penalti Persib Bandung.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menyajikan pertandingan berintensitas tinggi. Persib Bandung lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Persebaya mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan Maung Bandung.
Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Ramadhan Sananta. Berawal dari umpan matang Rahmat Durianto dari sisi half-space, Sananta sukses menuntaskan peluang dengan penyelesaian yang tenang dan akurat.
Namun keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Persib Bandung mampu menyamakan kedudukan lewat Matricardi pada menit ke-24 setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Persebaya. Skor berubah menjadi 1-1.
Hingga babak pertama usai, kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang emas. Penampilan disiplin lini pertahanan serta penyelamatan penting dari penjaga gawang membuat skor tetap bertahan imbang.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga ritme permainan sekaligus meningkatkan daya serang.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengambil keputusan penting dengan memasukkan Reza Arya sebagai penjaga gawang. Pergantian tersebut terbukti menjadi salah satu kunci keberhasilan Bajul Ijo hingga akhir pertandingan.
Persib juga meningkatkan intensitas serangan melalui sektor sayap, namun rapatnya pertahanan Persebaya membuat peluang-peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Pada extra time, tempo permainan sedikit menurun akibat kelelahan yang dialami para pemain. Situasi semakin berat bagi Persib Bandung setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada babak kedua perpanjangan waktu sehingga Maung Bandung harus bermain dengan 10 orang.
Meski unggul jumlah pemain, Persebaya belum mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol kemenangan. Hingga wasit meniup peluit akhir babak tambahan, skor tetap bertahan 1-1 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Babak adu penalti berlangsung penuh ketegangan. Reza Arya langsung menunjukkan kelasnya dengan menggagalkan tendangan pertama Persib. Persebaya sempat berada di atas angin, namun kegagalan Yuran Fernandes dan Walber Mota membuat Persib kembali menyamakan kedudukan sehingga adu penalti berlanjut ke babak sudden death.
Pada momen penentuan, Reza Arya kembali melakukan penyelamatan krusial yang memastikan Persebaya keluar sebagai pemenang dengan skor 6-5. Peluit panjang pun disambut sukacita para pemain, ofisial, dan ribuan Bonek serta Bonita yang memenuhi Stadion I Wayan Dipta.
Usai pertandingan, Reza Arya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan membawa Persebaya meraih gelar juara.
"Alhamdulillah, ini penantian panjang Persebaya akhirnya bisa juara lagi. Terima kasih kepada keluarga, orang tua, calon istri, serta seluruh Bonek dan Bonita yang selalu memberikan doa dan dukungan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilannya menggagalkan dua tendangan penalti merupakan buah dari kepercayaan diri dan keyakinannya kepada Allah SWT.
"Saya hanya percaya diri. Apa pun hasilnya sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Alhamdulillah bisa membantu tim," katanya.
Sementara itu, pelatih Bernardo Tavares menilai keberhasilan Persebaya merupakan hasil kerja keras seluruh pemain sepanjang turnamen. Menurutnya, jadwal yang padat tidak mengurangi semangat juang skuad Bajul Ijo hingga akhirnya mampu mengangkat trofi juara.
Ia berharap keberhasilan di Piala Presiden 2026 menjadi modal penting bagi Persebaya dalam menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Persebaya Surabaya. Selain meraih trofi perdana Piala Presiden, kemenangan atas Persib Bandung juga menunjukkan kualitas, mental juara, dan kedalaman skuad yang dimiliki Bajul Ijo. Dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi, Persebaya kini siap menatap Super League 2026/2027 dengan tekad bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.
Editor : Badwi