Jumat, 07 Agu 2026 17:06 WIB

Ngopi Kamtibmas Polresta Denpasar Rangkul Komunitas Ojol Maxim, Perkuat Deteksi Dini Jaga Kamtibmas

Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Dalam upaya memperkuat komunikasi, silaturahmi dan sinergi dengan masyarakat, Polresta Denpasar menggelar Ngopi Kamtibmas bersama komunitas Ojek Online (Ojol) Maxim, Jumat (7/8/2026), bertempat di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Denpasar.

Kegiatan tersebut menjadi sarana deteksi dini dan penggalangan dengan menyasar komunitas Ojol Maxim, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk menyikapi isu rencana aksi massa secara nasional yang berkembang untuk bulan Agustus dan September 2026.

Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta, S.H., S.I.K., M.Si., hadir didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar. Sementara itu bapak Juadi Harjo selaku Head of Division Maxim Bali hadir bersama perwakilan Komunitas Ojol Maxim Pelontar Jalanan dan MDSI (Maxim Dewata Solidaritas Indonesia).

Dalam suasana penuh keakraban, Wakapolresta Denpasar bersama para pengemudi Ojol melaksanakan dialog dan ngopi bersama. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga membuka ruang komunikasi dua arah untuk menyerap berbagai informasi dan persoalan yang ditemukan komunitas Ojol selama beraktivitas di lapangan.

Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta menyampaikan bahwa Ngopi Kamtibmas secara rutin dilaksanakan sebagai wadah komunikasi dan penguatan sinergi antara Kepolisian dengan masyarakat.
Menurutnya, komunitas Ojol memiliki posisi strategis dalam membantu Kepolisian menjaga situasi Kamtibmas. Hal tersebut tidak terlepas dari aktivitas para pengemudi yang setiap hari berada di berbagai ruas jalan dan wilayah Kota Denpasar.

“Mengingat rekan-rekan beraktivitas langsung di lapangan, berada di ruas-ruas jalan hingga ke berbagai sudut wilayah, tentunya memiliki potensi besar dalam mendeteksi secara dini berbagai hal yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas,” jelasnya.

Wakapolresta juga mengajak komunitas Maxim untuk segera menyampaikan kepada Kepolisian apabila menemukan kejadian, informasi, maupun indikasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Penyampaian informasi dapat dilakukan melalui berbagai sarana komunikasi yang telah tersedia, termasuk grup WhatsApp yang terhubung dengan Bhabinkamtibmas, Kanit Binmas maupun personel Kepolisian lainnya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Call Center 110 serta Super App Polri untuk mendapatkan akses pelayanan Kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP I Ketut Widiarta juga mengingatkan para pengemudi Ojol agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan yang belum diketahui kebenarannya, khususnya terkait isu rencana aksi massa nasional pada Agustus dan September 2026.

“Kami mengajak seluruh anggota Komunitas Maxim untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan melalui media sosial atau grup percakapan yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Juadi Harjo, Head of Division Maxim Bali, menyambut baik kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dinilai menjadi ruang komunikasi penting antara komunitas Ojol dengan Kepolisian.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan lalu lintas merupakan salah satu hal yang kerap ditemui para pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk turut berperan dalam memberikan informasi maupun masukan kepada Kepolisian.

“Permasalahan lalu lintas merupakan hal yang sudah sangat sering kami hadapi dan temukan di lapangan dalam aktivitas sehari-hari. Berkaitan dengan hal tersebut, kami dari komunitas menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam memberikan informasi, masukan, serta melaporkan setiap potensi gangguan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan,” kata Juadi.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan, termasuk kecelakaan lalu lintas maupun kejadian lainnya yang melibatkan anggota komunitas Ojol.
Sebagai bentuk konkret penguatan sinergi, komunitas Maxim juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam grup Kamtibmas yang dibentuk oleh Polri sebagai wadah komunikasi bersama.

Melalui grup tersebut, setiap kejadian, pelanggaran maupun potensi gangguan Kamtibmas yang ditemukan para pengemudi dapat segera diinformasikan kepada Kepolisian melalui WhatsApp, sehingga koordinasi dan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

Editor : Badwi