Berita-compasnews.com, Surabaya – Komisaris 12 Media Online, Umar Hayat, menegaskan pentingnya kedisiplinan, kebersamaan, serta tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan roda organisasi dan perusahaan media.
Hal tersebut disampaikan Umar Hayat dalam pertemuan rutin yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan evaluasi bagi para pimpinan, wakil pimpinan, anggota, koordinator wilayah (Korwil), maupun jajaran lainnya di lingkungan 12 Media Online. Minggu (9/8/2026).
Dalam sambutannya, Umar Hayat menjelaskan bahwa kegiatan arisan yang digelar setiap bulan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan dan temuan yang terjadi di lapangan.
“Setiap bulan kita mengadakan arisan. Selain arisan, tujuannya adalah pertemuan untuk mengevaluasi ketika ada temuan atau hal-hal yang perlu kita luruskan,” tegas Umar Hayat.
Ia mengaku perlu menyampaikan aturan secara lebih tegas karena melihat masih adanya anggota yang dinilai belum memberikan perhatian maksimal terhadap keberlangsungan kantor dan redaksi.
Umar Hayat juga mempertanyakan sejauh mana kontribusi dan aktivitas para anggota dalam menjalankan tugas jurnalistik serta membesarkan media yang berada dalam satu wadah.
“Saya katakan secara tegas, aturan yang ada di kantor ini harus kita jalankan. Saya ingin semuanya benar-benar memperhatikan kantor dan redaksi,” ujarnya.
Menurut Umar Hayat, kondisi saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu biaya operasional kantor relatif lebih kecil, kini kebutuhan untuk menjalankan kantor mencapai sekitar Rp2,5 juta setiap bulan.
Ia menegaskan bahwa biaya tersebut merupakan bentuk komitmen pribadi demi menjaga keberlangsungan dan kemajuan kantor.
“Kalau dulu kantor hanya sekitar Rp500 ribu per bulan, saya masih bisa membiarkan. Tetapi sekarang biaya kantor yang saya keluarkan sekitar Rp2,5 juta setiap bulan. Ini semua demi berjalannya kantor,” ungkapnya.
Umar Hayat juga menjelaskan mengenai perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan kepada anggota maupun media yang tergabung. Menurutnya, dana yang diterima dari pihak tertentu juga tidak sepenuhnya menjadi keuntungan pribadi, tetapi sebagian dialokasikan kembali untuk membantu anggota dan menunjang kegiatan media.
Ia mencontohkan, dari perhatian yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3 juta per bulan, saat ini jumlah yang diterima hanya sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Dana tersebut kemudian berusaha dibagikan kepada anggota maupun media yang dinilai masih aktif membantu kegiatan organisasi.
“Daripada saya berikan kepada orang lain, lebih baik saya berikan kepada anggota saya untuk membantu dan meringankan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Meski demikian, Umar Hayat meminta seluruh anggota tidak hanya berharap pada perhatian atau bantuan yang diberikan, tetapi juga harus menunjukkan kontribusi nyata terhadap kantor dan redaksi.
Ia menilai keberlangsungan sebuah media tidak dapat hanya dibebankan kepada satu atau dua orang. Dibutuhkan kerja sama seluruh jajaran agar organisasi dapat berkembang dan tetap berjalan secara profesional.
Umar Hayat juga mengingatkan bahwa berbagai fasilitas, bantuan, maupun perhatian yang selama ini diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap anggota. Karena itu, ia berharap seluruh jajaran dapat menghargai dan menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Jangan sampai kantor kita sendiri tidak pernah diperhatikan, redaksi tidak pernah diperhatikan. Kita harus sama-sama membesarkan kantor ini,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Umar Hayat kembali menekankan bahwa seluruh kebijakan dan evaluasi yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk kemajuan bersama.
Ia berharap pertemuan rutin tersebut dapat menjadi sarana memperkuat komunikasi, menyelesaikan berbagai persoalan internal, serta meningkatkan kinerja seluruh jajaran 12 Media Online ke depan.
“Yang saya lakukan ini demi kemajuan kantor dan seluruh anggota. Mari kita sama-sama menjaga, memperhatikan dan membesarkan kantor ini,” pungkas Umar Hayat.
Editor : Badwi