Rabu, 01 Jul 2026 14:51 WIB

Verifikasi Berita SMAN 1 Bantur, Wartawan Metropaginews.com Dipanggil oleh Unit IV Tipikor Polres Malang

BeritaKompas.com, MALANG - Pemanggilan wartawan bernama Aziz, Wartawan media online Metropaginews.com oleh Unit IV Tipikor Polres Malang memperlihatkan adanya proses verifikasi terhadap pemberitaan tentang SMAN 1 Bantur. Aziz mengungkapkan bahwa ia dipanggil melalui telepon WhatsApp untuk memberikan keterangan terkait pemberitaan tersebut, Rabu (29/11/2023) siang.

Aziz, sebagai wartawan, merasa perlu untuk bersikap kooperatif meskipun pemanggilan dilakukan melalui telepon WhatsApp tanpa undangan resmi. Saat ditemui di wilayah Kecamatan Bantur, Rabu (29/11/2023) sore.

Aziz menyatakan bahwa ia dimintai keterangan terkait pemberitaan SMAN 1 Bantur oleh Penyidik Unit IV Tipikor Polres Malang. Aziz juga menyebutkan bahwa beberapa wartawan lainnya yang terlibat dalam pemberitaan tersebut juga mungkin akan dipanggil.

"Dalam proses saya dimintai keterangan oleh penyidik juga diketik di laptop petugas dan dituangkan juga nama-nama siapa saja wartawan yang waktu itu investigasi dan konfirmasi kepada narasumber (beberapa wali murid SMAN 1 Bantur) hingga pihak sekolah, iya saya sebut saja sesuai fakta, saya sendiri dari media online Metropaginews.com, Zen dari media cetak dan online Bratapos.com dan Fery dari media online Definitif.id," terang Aziz.
Aziz menjelaskan bahwa dalam proses pemeriksaan, ia dimintai keterangan mengenai dokumen apa yang dimilikinya terkait pemberitaan tersebut. Marfis, Penyidik Unit IV Tipikor Polres Malang, mengonfirmasi bahwa pemanggilan Aziz adalah sebagai bentuk verifikasi terhadap berita tersebut.

Kanit Unit IV Tipikor Polres Malang, IPTU Rasyad, mengatakan bahwa pemanggilan Aziz adalah untuk melakukan verifikasi terhadap berita yang telah diwartakan oleh Aziz. Ia menyebutkan bahwa proses pemeriksaan yang berlangsung lebih dari satu jam adalah untuk mendapatkan detail dalam kegiatan verifikasi.

"Iya benar karena Pak Aziz yang memberitakan hal tersebut, sehingga kami mintai keterangan sebagai bentuk verifikasi terhadap berita tersebut," ucap Iptu Rasyad saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/11/2023) sore.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, menegaskan bahwa pemanggilan Aziz bukanlah pemanggilan, melainkan undangan terkait verifikasi informasi. Ia menyatakan terima kasih kepada Aziz sebagai pemberi informasi yang menjadi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan di sekolah tersebut.
"Dengan informasi dari mas Aziz itu menjadi pintu masuk kita APH (Aparatur Penegak Hukum) untuk melakukan penyelidikan di sekolah tersebut, justru kita terima kasih. Memang saat baru verifikasi belum ada undangan secara tertulis maupun resmi karena sifatnya masih verifikasi. Kalau BAP, saya pastikan tidak ada. Paling berita acara wawancara verifikasi saja," ujar AKP Gandha Syah Hidayat saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Rabu (29/11/2023) petang.
AKP Gandha Syah Hidayat menekankan bahwa Aziz dan wartawan lainnya dianggap sebagai mitra dan pintu masuk informasi. Ia menilai pemberitaan yang dilakukan oleh Aziz membantu dalam mendapatkan perhatian terkait kasus SMAN 1 Bantur, dan Aziz dianggap sebagai informan yang membantu dalam penyelidikan.
"Lebih ke arah mitra, seperti itu, lebih ke arah batu loncatan. Tidak ke arah mas Aziz, tujuannya di SMA situ. Temen-temen mengangkat berita itu agar mendapat perhatian toh, sekarang sudah kita perhatiin. Tujuannya mas Aziz ngangkat berita itu kan biar dapat perhatian dari stack holder terkait. Kita malah terima-kasih karena informasi salah satu yang memberitakan adalah mas Aziz," imbuh AKP Gandha Syah Hidayat.
Pernyataan terakhir dari AKP Gandha Syah Hidayat menegaskan bahwa Aziz sifatnya hanya sebagai informasi tambahan dan bukan sasaran utama, dan ia berterima kasih kepada Aziz karena menjadi pintu masuk informasi terkait kasus tersebut.
"Justru saya per malam ini, per detik ini bilang terima kasih, intinya aman bahwa Aziz sifatnya hanya informasi keterangan tambahan iya cuma ketempatan di kantor, malah terima kasih, jadi batu lompatan pintu masuk kita ke SMA tersebut," pungkas AKP Gandha Syah Hidayat.
(Reagan)

Editor : Reagan