Rabu, 01 Jul 2026 10:42 WIB

Ilmu Pelet yang Gagal, Picu Cekcok Hingga Pembunuhan Brutal

Berita-Kompas.com, KOTA MALANG - Motif mengerikan di balik aksi mutilasi yang terjadi di sebuah rumah kos di Sawojajar semakin terungkap. Pelaku diketahui memutilasi korban setelah ilmu pelet atau lintrik yang dijanjikan tidak berhasil, memicu terjadinya cekcok hebat.

Kompol Danang Yudanto, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, mengungkapkan bahwa korban, yang dikenal dengan inisial AP (34), pertama kali berkenalan dengan pelaku Abdul Rahman melalui aplikasi Tinder pada Juni 2023. Pelaku menawarkan jasa ilmu guna-guna atau pelet kepada korban, yang pada saat itu sedang membutuhkannya.

"Pelet tersebut ternyata tidak mempan, dan korban akhirnya mendatangi pelaku di Jalan Raya Sawojajar Gang 13 A, Kelurahan Sawojajar, pada 15 Oktober 2023," ujar Danang, Senin (8/1/2024).

Cekcok tak terelakkan terjadi saat korban mengunjungi pelaku. Pertengkaran itu bahkan berlanjut menjadi adu fisik, di mana pelaku membacok leher korban dua kali dengan sebuah celurit yang disembunyikan di bawah meja kosnya.

Polisi masih mendalami besarnya uang yang diberikan korban kepada pelaku. Sementara itu, proses penyelidikan melibatkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain guna mendapatkan informasi tambahan.

"Diketahui, pelaku memutilasi korban menjadi sembilan bagian dan membaginya ke dalam tiga kantong kresek. Dua kantong kresek dibuang di Sungai Bango, berisi pakaian korban dan alat-alat yang digunakan pelaku," ungkap Danang.

Danang juga menyampaikan bahwa satu kantong plastik lainnya, yang berisi kepala, dua telapak tangan, dan dua telapak kaki korban, dikubur di bantaran sungai. Pihak kepolisian masih berupaya mencari dua kantong plastik lain yang dibuang oleh pelaku.

Terakhir, keluarga korban telah mengidentifikasi jasad di kamar mayat dan meyakini korban sebagai anggota keluarga mereka. Salah satu buktinya adalah bekas tambalan di gigi seri sebelah kiri korban.

(Reagan)

Editor : Reagan