Berita-Kompas.com, KOTA MALANG - Kota Malang dihebohkan dengan maraknya aksi begal dalam sepekan terakhir. Hal ini membuat masyarakat resah dan khawatir.
Menanggapi hal tersebut, Polresta Malang Kota bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku. Tim tersebut terdiri dari jajaran Reskrim Polresta Malang Kota dan Polsek-polsek di wilayah Kota Malang.
"Kami sudah membentuk tim, dari jajaran reskrim, polsek-polsek untuk membagi tugas. Artinya polisi tidak mesti bergerak karena belum ada korban yang melapor. Tetapi informasi yang ada di masyarakat, media sosial, pasti kami akan menindaklanjuti," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto.
Hasil penyelidikan yang dilakukan Polresta Malang Kota telah mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga pelaku begal. Mereka adalah residivis pelaku kejahatan jalanan.
"Kita harus match-kan antara ciri-ciri yang disampaikan oleh korban terhadap pelaku yang melakukan," katanya.
Budi Hermanto menegaskan bahwa masyarakat harus yakin terhadap TNI/Polri bersama sejumlah komunitas yang terus bekerja sama untuk menciptakan kondisi aman di Kota Malang.
"Kami tidak akan pernah lelah memberikan rasa aman, nyaman di wilayah Kota Malang," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat bila mendapatkan informasi terduga korban ataupun terduga pelaku begal bisa segera melapor ke aparat kepolisian.
Hal ini tentunya akan membantu penyelesaian kasus tindak kejahatan dapat lebih cepat dan tetap bisa menciptakan rasa aman di Kota Malang.
"Kami akan datang jemput bola jika ada masyarakat yang memiliki informasi," tuturnya.
Tak hanya itu, Polresta Malang Kota juga bekerja sama dengan Kominfo Kota Malang dalam memantau seluruh CCTV di penjuru wilayah Kota Malang demi memastikan kejadian yang dialami sejumlah terduga korban begal.
"Kami juga akan mendalami saksi-saksi lain di jalan, security yang menjaga tempat. Paling utama adalah kesaksian korban," tandasnya.
Kompol Danang Yudanto menambahkan hingga saat ini, Polresta Malang Kota belum menerima laporan resmi terkait warga yang menjadi korban begal. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, terdapat beberapa kasus begal yang terjadi di Kota Malang.
Kasus pertama terjadi di Jalan Mayjen Pandjaitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Korban mengaku dirampok oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang berjalan kaki pada malam hari.
Kasus kedua terjadi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Korban mengaku dirampok oleh dua orang pria saat sedang mengendarai sepeda motor pada dini hari.
Kasus ketiga terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Korban mengaku dirampok oleh tiga orang pria saat sedang mengisi BBM di SPBU pada malam hari.
Polisi masih menyelidiki kebenaran dari informasi tersebut. Namun, dari hasil penyelidikan awal, beberapa kasus tersebut diduga merupakan hoaks.
"Kemarin ada lagi, unggahan yang menarasikan adanya begal, yang mengaku korbannya orang Singosari sudah kita datangi. Setelah kita dalami lewat CCTV kemudian mendatangi saksi-saksi, termasuk menginterogasi korban, rupanya yang mengaku korban ini bohong," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto.
Meski belum ada laporan resmi, Polresta Malang Kota mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, terutama pada malam hari.
"Masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dengan tidak berjalan sendirian pada malam hari, menghindari tempat yang sepi, dan selalu waspada terhadap orang asing," ungkap Budi Hermanto.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke aparat kepolisian jika melihat atau mengalami tindak kejahatan.
"Kami akan datang jemput bola jika ada masyarakat yang memiliki informasi," pungkasnya.
(Reagan)
Editor : Reagan