Berita-Kompas.com, MALANG - Tiga keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendapatkan bantuan usaha dari Polres Malang. Bantuan tersebut berupa rombong, peralatan, dan modal untuk berwirausaha. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, di Mapolres Malang, Rabu (7/2/2024).
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Polres Malang kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada tahun 2021 lalu. Tragedi tersebut menewaskan 12 orang dan melukai puluhan orang lainnya akibat ledakan gas di Stadion Kanjuruhan.
Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa bantuan ini bertujuan untuk membantu keluarga korban agar dapat bangkit kembali dan mandiri secara ekonomi. Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima.
"Kami ingin memberikan motivasi dan semangat kepada keluarga korban agar tidak putus asa dan tetap berjuang. Kami juga akan terus memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka dengan cara yang kami bisa," ujar Kapolres.
Penerima bantuan kali ini adalah Lasidi, Siti Sofiyah, dan Anik Mardiyanti. Mereka adalah keluarga dari almarhum Dafa Yunanto, Adhmad Dani, dan Abdan Ageng, yang meninggal dunia akibat Tragedi Kanjuruhan. Mereka diberikan bantuan berupa rombong dan peralatan untuk berjualan bakso, minuman ringan, dan jasa menjahit.
Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan modal berupa uang tunai untuk memulai usaha mereka. Kapolres berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.
"Kami berharap dengan adanya bantuan ini, mereka dapat memulai usaha baru dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kami juga berharap mereka dapat menjadi contoh bagi keluarga korban lainnya yang juga ingin berwirausaha," tutur Kapolres.
Kapolres juga mengatakan bahwa Polres Malang tidak hanya memberikan bantuan UMKM, tetapi juga memberikan bantuan lainnya seperti trauma healing, bantuan hukum, perbaikan rumah, dan kesempatan kerja. Ia menambahkan bahwa Polres Malang akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga korban dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk pulih secara sosial.
"Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan keluarga korban setiap bulan. Kami juga akan merespon secara khusus jika ada keluarga korban yang membutuhkan bantuan kami," jelasnya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Siti Sofiyah, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Malang atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku senang dan bersyukur atas perhatian yang diberikan Polres Malang kepada keluarganya.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Kapolres. Kami sangat berterima kasih sudah diperhatikan dan dibantu. Kami akan berusaha mengembangkan usaha kami dan tidak menyia-nyiakan bantuan ini," ungkap Siti.
Siti juga mengatakan bahwa bantuan yang diberikan Polres Malang sangat membantu keluarganya dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Ia menuturkan bahwa salah satu putranya juga telah bekerja di Polres Malang sebagai pekerja harian lepas.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan Polres Malang. Mulai dari trauma healing, bantuan SIM, perbaikan rumah, hingga kesempatan kerja. Semoga Polres Malang selalu diberi kesehatan dan kesuksesan," ucap Siti.
(Reagan)
Editor : Reagan