Selasa, 30 Jun 2026 03:14 WIB

Tragedi Berdarah di Warung Sate Malang: Alkohol Picu Pembacokan Pegawai

Berita-Kompas.com, KOTA MALANG - Suasana malam di Jalan Sarangan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berubah menjadi penuh kekacauan ketika seorang pria yang sedang mabuk dengan kejam membacok seorang pegawai di sebuah warung sate menggunakan celurit. Insiden tragis ini, yang terjadi pada Rabu malam (7/2), mengejutkan banyak pihak, terutama karena pemicunya yang tak terduga: gulai kambing.

Pukul 21.23 WIB, pria yang diketahui sedang dalam pengaruh alkohol tersebut memasuki warung dengan permintaan beras dan gulai kambing. Meskipun pegawai memberinya beras seberat 3 kilogram, namun permintaannya untuk gulai kambing tidak dipenuhi. Itulah yang memicu kemarahan pria tersebut.

Tanpa ampun, pria itu menyerang pegawai dengan celurit, mengarahkannya ke arah kepala sang pegawai berkali-kali. Meski tidak mengenai sasaran, serangan itu cukup untuk menjatuhkan pegawai tersebut.

"Kejadian ini dipicu oleh permintaan gulai kambing yang tidak dipenuhi. Sang pelaku, yang datang dalam kondisi mabuk, merasa terhina dan langsung mengeluarkan celurit," ungkap Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, pada Kamis (8/2/2024).

Peristiwa tragis ini menjadi lebih rumit ketika terungkap bahwa pelaku adalah saudara dari pemilik warung sate tersebut. Ketegangan sudah mulai terasa ketika sang pegawai menegur pelaku dengan keras.

"Korban menegur pelaku dengan nada tinggi, yang kemudian memicu cekcok dan akhirnya pembacokan terjadi," jelas Danang.

Setelah cekcok mulut, pelaku segera mengeluarkan celurit dan dengan kejam membacok korban hingga 3 kali. Beruntung, korban berhasil menangkis serangan tersebut, meski dengan luka yang cukup serius.

Polisi segera bertindak cepat dan berhasil menangkap pelaku di rumah kosnya di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada dini hari Kamis (8/2). Barang bukti berupa celurit serta pakaian yang dipakai pelaku juga berhasil diamankan.

"Pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa tindakannya dipicu oleh emosi dan alkohol. Dia akan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk ancaman hukuman 5 tahun penjara," tambah Danang.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang bahaya alkohol dan pengendalian diri dalam menghadapi konflik. Kita semua diingatkan tentang pentingnya menjaga emosi dan menyelesaikan konflik dengan damai, tanpa kekerasan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

(Reagan)

Editor : Reagan