Beritakompas.com, Pandeglang - Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang, Menggelontor Anggaran Sebesar Rp. 881.888.550.-(Delapan Ratus Delapan Puluh Satu Juta, Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu, Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) Untuk Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Cipining 1 Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, didalam pengerjaan nya diduga asal jadi pasal nya dalam material nya menggunakan batu kali.
Temuan awak media berita kompas.com di lapangan di lokasi proyek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBN dan penyedia jasa CV. Langkah Awal Berkah, terlihat jelas dalam pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut di duga adanya bahan bangunan mengunakan dari sungai tersebut.
Saat dipertanyakan kepada salah satu pekerjaan dilokasi, Apa boleh gunakan batu dari lokasi sungai nya, bukan kah batu di kali tersebut salah satu nya untuk penahan dan menjaga deras air nya ? ” pekerja pun berdiam tidak bisa menjawab.

Hingga di munculkan nya pemberitaan ini sesuai tugas awak media salah satu nya sebagai Sosial Kontrol dan sulit di temui dan di hubungi pelaksana CV tersebut begitupun pengawasan dari dinas PUPR tidak ada kejelasan yang pasti.Di Duga CV. Langkah Awal Berkah, telah menggunakan salah satu bahan bangunan Batu dari sungai tersebut dan begitupun para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) artinya abaikan K3 nya.
"Toni Metik" wartawan Investigasi dari media Berita Kompas.com, Hal tersebut tentu sangat disayangkan masa batu batu bulat dipakai untuk pembangunan irigasi, batu nya dapat ngambil dari sungai, harusnya perusahaan menggunakan batu belah agar kontruksi bangunan bisa saling kunci dan kokoh.
Jelas ini sudah tidak benar dan jika ini dibiarkan maka dipastikan kualitas pembangunan juga tidak akan bagus asal asalan.
Disisi lain Masyarakat juga butuh irigasi ini, tapi tidak harus ada pengrusakan lingkungan yang mana pembangunan tersebut mengambil batu yang ada di kali tersebut, toh masyarakat lokal juga tidak berani untuk mengambil batu ini, ko perusahaan proyek pemerintah berani amat menggunakan batu yang ada apa ingin Untung besar," pungkasny.
(Toni Metik)
Editor : Badwi