Berita-compasnews.com, Jakarta - Aksi simpatik ditunjukkan Kepolisian saat mengamankan aksi unjuk rasa yang menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh Serikat Pekerja Pelabuhan Terminal Kendaraan Indonesia di Tanjung Priok Jakarta Utara.
Dalam pengamanan aksi demonstrasi tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menerjunkan Polwan (polisi wanita) di garda terdepan sebagai tim negosiator. Para Polwan berhadapan langsung dan berkomunikasi aktif dengan massa aksi.
Baca juga: Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

Di sela kegiatan Pengamanan, Polwan Polres Pelabuhan Tanjung Priok tampak memberikan air mineral dan buah kepada pekerja yang mengikuti aksi unjuk rasa.
"Polwan membagikan air mineral dan buah sebagai bentuk pengamanan yang humanis," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., pada hari Kamis (16/1/2025).
Kepada awak media Kapolres, menjelaskan bahwa petugas kepolisian juga menyampaikan imbauan, agar saat menyampaikan aspirasi tetapi tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jumat (17/01/2025).
"Polri bersama pekerja, warga masyarakat selalu bekerja sama dalam mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok yang aman, damai dan kondusif," ucapnya.
Baca juga: Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen pada Mei 2026, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti
Sikap humanis dan simpatik para polwan itu berhasil mendinginkan suasana aksi. Para pekerja yang mengikuti aksi unjuk rasa, menyambut gembira aksi bagi-bagi air mineral dan buah tersebut di tengah-tengah teriknya matahari siang hari.
Dia menuturkan, sikap humanis dan simpatik Personil Polri itu berhasil mendinginkan suasana. Aksi tersebut pun mendapat respons baik, bahkan ada pendemo yang mengajak Anggota mengobrol dan saling Tertawa
"Dalam pengamanan aksi demonstrasi ini, kami mengedepankan pendekatan persuasif, aksi ini adalah simbol kebersamaan dan kekompakan pekerja, masyarakat dan Polri," ucap Kapolres.
Baca juga: Survei IDM: Kepercayaan Publik Terhadap Polri Mencapai 79,2 Persen
"Kami berharap aksi yang dilakukan oleh personil Polri Tersebut membuat pendemo menjaga kondusifitas. Yakni dengan menyampaikan pendapatnya sesuai aturan yang berlaku," ujar Martuasah H. Tobing.
Sementara personel pengamanan yang diterjunkan dalam aksi tersebut, kata Kapolres, berjumlah 423 personel.
"Kapolres mengatakan bahwa menyampaikan pendapat memang diperbolehkan dan kami hadir untuk memastikan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, tertib, lancar dan aman," pungkasnya.
- Wawan N
Editor : Taufik