Berita-compasnews.com, Paneglang - Kantor Desa Kadu-badak Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten terpantau kondisinya sepi tanpa ada aktivitas kegiatan perangkat desa atau staff pelaksananya alias masih tutup, padahal masih dalam jam kerja.
Hal itu terpantau saat tim dari media compasnwes com saat berkunjung ke kantor Desa Kadu-badak pada Jum'at 25 April 2025 jam 10 pagi menjelang siang, namun ironisnya tampak suasana kantor terlihat sepi tanpa adanya petugas atau pun staf yang berjaga untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Tasyakuran Kelulusan dan Kenaikan Kelas SMPN 3 Cipeucang Berlangsung Sederhana dan Penuh Haru
Guna mengkonfirmasi hal tersebut tim dari media (Desi) pun, mendatangi rumah Kepala Desa, namun hanya berjumpa dengan istrinya saja yang mengatakan harus jelas kedatangan wartawan untuk apa atau membuat janji terlebih dahulu dengan kepala desa.
"Dari mana , ada urusan apa, media apa, sudah bikin janji belum ?" Ucap istrinya pak Kades kepada wartawan.
Dikarenakan tidak berhasil menjumpai pak Kades, Desi pun berusaha menghubungi melalui telepon elektronik piya WhatsApp.
Ketika di hubungi Kades Kadu-badak, terdengar bicara dengan nada yang tinggi, dan terkesan membentak wartawan seolah tidak suka Desa nya di datangi media.
Baca juga: Klarifikasi Isu Penolakan MBG di Cibitung, MUI dan Dapur MBG Tegaskan Tidak Ada Penolakan
"Arek naon ka desa ( ada apa ke desa.? ), maksud na naon kirim foto desa. ( maksudnya apa kirim foto desa ) kan ini hari jumat !! rosa amat ( keterlaluan amat).! " kesal nya. Lalu sambungan telepon dimatikan.oleh pk kades
Tidak sampai disitu Desi mencoba mengkonfirmasi Camat Angsana, bahkan respon Camat terkesan menyalahi letak akses desa yang terkenal jauh, jalan yang terjal dan sulit di jangkau oleh media maupun staff desa.
"Harap maklum,kondisi geografis nya ,mana pada jauh- jauh staff nya. " Ujar Acep
Baca juga: Pemerintah Desa se-Kecamatan Cibitung Perkuat Sinergi Bersama Media
Desa memiliki wilayah yang jelas dan memiliki otoritas untuk mengelola urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatnya sendiri. Namun sangat di sayangkan , upaya untuk melayani masyarakat ,keprofesionalan petugas bahkan kepala desa di pertanya kan.karna sudah banyak contoh dari warga desa lain yang mengeluh kan tentang ke profesionalisme desa, di saat masyarakat ingin membuat KTP urgent namun desa tutup tidak ada staff satupun .Dan ironis nya lagi kepala desa masih mempertanyakan keperluan media guna kontrol sosial. Tuturnya
Idris gondrong
Editor : Badwi