Memanas ! 500 KK di Candirenggo Bulat Menolak LKSA Insan Kamil

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Malang – Ketegangan antara warga dan pengelola Yayasan LKSA Roudhoh Insan Kamil di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kembali memuncak. Tanpa ragu, Ketua RT 5 RW 8, Ricky Bayu, bersama sejumlah warga, dengan tegas memasang kembali banner besar berisi penolakan terhadap segala bentuk aktivitas di yayasan tersebut.

Informasi yang dihimpun, sejumlah warga merasa kecewa lantaran dalam beberapa hari terakhir aktivitas di dalam LKSA Insan Kamil kembali berjalan, meski sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama untuk menghentikan semua kegiatan. Kekecewaan warga ini makin meluas setelah akun Instagram kredibel, @info_singosari, turut mengangkat isu tersebut, memperlihatkan bahwa bantuan untuk yayasan tetap diterima bahkan sejak bulan Ramadan lalu.

"Sudah jelas keputusan warga, menolak segala aktivitas! Tapi yayasan ini seakan menutup mata," ujar salah satu warga dengan nada geram.

Pemasangan banner penolakan ini bukan yang pertama. Aksi serupa telah dilakukan warga pada Sabtu (7/12/2024) lalu. Kini, untuk kali kedua, langkah tersebut diambil setelah pihak yayasan dinilai mengabaikan tuntutan warga.

Dalam pernyataan tertulis, Ketua RT 5 RW 8 Ricky Bayu menegaskan bahwa sebanyak 90 Kepala Keluarga (KK) dari lingkungan RT 5 sudah membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk resmi penolakan.

Dan tidak hanya itu, total sekitar 500 KK di seluruh RW 8 Candirenggo juga menyatakan sikap yang sama.

"Kami menolak keberadaan Insan Kamil!", tegas Ricky

Penolakan ini bukan tanpa alasan. Menurut warga, kepercayaan sudah dua kali dilanggar pihak yayasan, setelah munculnya kasus dugaan pelecehan dan pemerkosaan di dalam lingkungan panti asuhan tersebut. Luka lama yang belum sembuh kini kembali disayat dengan munculnya kasus serupa.

"Kami merasa dikhianati, Bagaimana mungkin kami bisa membiarkan anak-anak kami hidup berdampingan dengan tempat yang sudah dua kali tercoreng kasus serupa?", ungkap seorang tokoh masyarakat.

Dugaan pelecehan dan pemerkosaan yang terjadi di dalam yayasan tersebut telah menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar, terutama para orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Desakan agar aktivitas yayasan dihentikan pun menjadi semakin keras.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak LKSA Roudhoh Insan Kamil belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media masih belum mendapatkan respons.

Situasi di sekitar yayasan saat ini terpantau kondusif, meski warga tetap siaga. Mereka berjanji akan terus mengawal dan memastikan tidak ada lagi aktivitas yang berjalan di dalam Insan Kamil hingga ada kejelasan dan ketegasan dari pihak berwenang.

"Kami tidak main-main. Kalau perlu, kami akan lanjutkan ke jalur hukum," pungkas Ricky Bayu.

(Reagan)

Editor : Reagan

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru