Polda Bali Minta Masyarakat Tidak Segan Melapor Jika Ada Aksi Premanisme

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Pemberantasan aksi premanisme kini mendapat atensi serius dari Kepolisian Daerah Bali. Polda Bali pun menggelar Operasi Pekat Agung-2025 untuk memberantas aksi premanisme yang selama ini menjadi keresahan masyarakat dan berpotensi menghambat iklim investasi.

Personel Direktorat Binmas Polda Bali yang tergabung dalam Satgas Preemtif Operasi Pekat Agung-2025 melaksanakan sambang dan Binluh di wilayah Lumintang, Denpasar Utara, pada Jumat (9/5/2025). Petugas kepolisian menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga masyarakat untuk mengantisipasi adanya premanisme.

Baca juga: Kejuaraaan Nembak Kapolda Bali Cup 2026 Resmi Digelar, Asah Presisi dan Sportivitas  Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Masyarakat diminta untuk tidak segan melaporkan, jika menemukan aktivitas mencurigakan, pemerasan, pungutan liar, atau bentuk intimidasi lain yang dilakukan oleh oknum maupun kelompok tertentu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan, Polda Bali telah melaksanakan Operasi Pekat Agung dengan sasaran premanisme sejak 5 Mei 2025. Selain mengedepankan kegiatan represif, kegiatan operasi juga didukung kegiatan preemtif dan preventif.

Baca juga: Perkuat Nilai Kebangsaan, Kabid Humas Polda Bali Ikuti Dialog Kebangsaan Hari Bhayangkara ke-80

“Digelarnya Operasi Pekat sebagai bentuk dalam mengimplementasikan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, salah satunya melakukan penegakkan hukum yang tegas dan tidak ragu-ragu terhadap kejahatan yang menjadi ancaman berat bagi bangsa Indonesia khususnya di Bali seperti aktivitas illegal atau aksi kejahatan premanisme,” terang Kabid Humas.

Menurut Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., apa yang dilakukan Polda Bali saat ini merupakan langkah tegas Polri dalam memberantas premanisme dan ormas yang mengganggu iklim investasi. Ia menegaskan, Polda Bali tidak akan memberikan toleransi terhadap ormas yang bertindak di luar batas hukum, memaksakan kehendak dengan kekerasan, atau merusak tatanan sosial.

Baca juga: Gelar Apel Bersama Pecalang Polda Bali Komitmen Jaga Kamtibmas Dan Pariwisata Berkualitas

“Kehadiran negara harus dirasakan nyata oleh masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman, menjamin kebebasan beraktivitas, dan menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif," jelasnya.

Daeng

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru