Berita-compasnews.com | Sampang - Sejumlah warga dari Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, menggelar audiensi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang pada Senin (19/5/2025).
Mereka memprotes sistem keuangan desa (Siskeudes) yang dinilai bermasalah dan dugaan pemecatan operator desa secara sepihak.
Baca juga: Belasan Tahun Bangli di Ratakan Petugas Gabungan.
Faris Resa Malik, salah satu warga, mengungkapkan bahwa ada 11 desa dari 20 desa di Kecamatan Banyuates yang mengalami masalah dengan Siskeudes. Akibatnya, operator desa tidak bisa mengakses dan dana desa tidak bisa dicairkan.
"Hal ini tentu saja menghambat pembangunan desa dan menyebabkan kesulitan bagi warga,"ungkapnya
Warga juga menyuarakan dugaan pemecatan operator desa secara sepihak. Mereka meminta klarifikasi dan penjelasan dari pihak DPMD Sampang terkait dengan pemecatan tersebut.
Plt Kepala Dinas DPMD Sampang, Sudarwanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan ke desa-desa yang bermasalah. Ia juga menekankan bahwa keputusan pemecatan harus didasarkan pada bukti-bukti yang jelas dan laporan yang akurat.
Dalam waktu seminggu, DPMD Sampang akan melakukan pengecekan ke lapangan.
"Kami menunggu bukti-bukti yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini,"jelasnya
Warga berharap bahwa masalah Siskeudes dapat segera diatasi dan pembangunan desa dapat berjalan lancar. Mereka juga berharap bahwa DPMD Sampang dapat memberikan penjelasan yang jelas dan transparan terkait dengan pemecatan operator desa.
Baca juga: Demi WTP, Bupati Sampang Laporkan Sendiri Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 M ke Kejaksaan
Audisi yang digelar oleh warga Banyuates menunjukkan bahwa masalah Siskeudes dan dugaan pemecatan operator desa secara sepihak perlu segera diatasi. DPMD Sampang diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dan adil untuk menyelesaikan masalah ini.
Taufik Kabiro
Editor : Taufik