Berita-compasnews.com, MALANG – Warga Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan jasad pria muda bersimbah darah di sebuah tempat pencucian mobil pada Sabtu malam (17/5/2025). Korban diketahui bernama Ahmad Husaini (25), seorang mahasiswa, yang diduga kuat menjadi korban pembunuhan tragis oleh teman dekatnya sendiri.
Pelaku yang tak lain adalah rekannya, M Fikri (26), warga Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, akhirnya menyerahkan diri ke pihak berwajib usai melakukan aksinya.
“Usai kejadian, pelaku sempat pulang ke rumah lalu menyerahkan diri ke Mapolsek Gondanglegi,” ungkap Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, Senin (19/5/2025).
Tragedi berdarah itu diduga bermula dari pertengkaran yang terjadi setelah keduanya mengonsumsi minuman keras. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa empat botol arak Bali, sebilah pisau sepanjang 30 cm, pakaian milik korban dan pelaku, serta barang pribadi korban berupa kalung, rokok, dan uang tunai.
“Petugas juga langsung melakukan penggeledahan dan menemukan pisau yang digunakan untuk menghabisi korban,” jelas Bambang lebih lanjut.
Tubuh Ahmad ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan banyak luka akibat senjata tajam. Diduga kuat, pertengkaran antara keduanya terjadi secara spontan, namun berujung fatal karena dipicu oleh pengaruh alkohol dan emosi sesaat.
Kasus ini langsung menjadi perhatian warga sekitar yang mengenal keduanya sebagai teman akrab. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa Ahmad dan Fikri memang sering terlihat bersama, termasuk saat nongkrong di lokasi cucian mobil tempat tragedi itu terjadi.
“Nggak nyangka kalau akhirnya begini. Mereka kelihatan akrab, tapi ternyata berujung pembunuhan,” tuturnya.
Hingga saat ini, pelaku telah diamankan di Rutan Polres Malang dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian.
“Kasus ini masih kami dalami. Pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi terus kami lakukan untuk memperjelas kronologi serta motif di balik kejadian ini,” tambah Bambang.
Pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang memicu emosi pelaku. Dalam penyelidikan lanjutan, penyidik akan memeriksa latar belakang hubungan antara pelaku dan korban, termasuk kemungkinan adanya masalah pribadi atau utang piutang.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi generasi muda mengenai bahaya konsumsi minuman keras dan pentingnya pengendalian emosi.
“Hanya karena satu malam dan pengaruh alkohol, masa depan dua anak muda hancur. Satu nyawa melayang, satunya lagi masuk penjara. Ini tragedi yang seharusnya tidak terjadi,” kata seorang tokoh pemuda setempat.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik di Kabupaten Malang, dan banyak pihak berharap agar proses hukum berjalan dengan transparan serta memberi keadilan bagi korban dan keluarganya.
(Reagan)
Editor : Reagan