SITUBONDO, | Berita-compasnews.com – Bau menyengat dan debu tebal yang berterbangan akibat limbah produksi kerajinan kerang dari PT KERANG MUTIARA PERKASA telah memicu keresahan serius di kalangan warga Kampung Sabrang, Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Senin, (14/07/25).
Aktivitas pengolahan cangkang kerang yang menghasilkan produk ekspor bernilai tinggi ini, terindikasi menghasilkan residu dan partikel halus yang justru diduga kuat menjadi sumber pencemaran lingkungan yang kini mengancam kesehatan dan kenyamanan ratusan penduduk setempat.
Baca juga: Warga Wringin Anom Minta PT Kerang Mutiara Perkasa Segera Ditutup

Sejak beberapa bulan terakhir, warga mengeluhkan kualitas udara yang memburuk drastis. "Setiap hari, terutama saat angin kencang, debu kerang beterbangan sampai masuk ke rumah. Lantai jadi kotor, pernapasan juga terganggu. Anak-anak kami jadi sering batuk-batuk," ujar salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi pabrik, dengan nada putus asa.
Tidak hanya debu, bau busuk yang berasal dari sisa-sisa pengolahan kerang juga menjadi pemicu utama keluhan warga. Bau tak sedap ini dilaporkan tercium hingga radius beberapa kilometer, mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak kualitas hidup masyarakat. "Sulit sekali tidur nyenyak kalau bau busuknya menyengat terus. Mau makan saja jadi tidak nafsu," tambah Yoyo warga setempat.
Dampak lingkungan ini tidak hanya terbatas pada bau dan debu. Diduga kuat, limbah padat dan cair dari proses pengolahan kerang juga dibuang secara sembarangan, mencemari tanah dan saluran air di sekitar lokasi pabrik. Kondisi ini berpotensi merusak ekosistem lingkungn penduduk sekitar serta mencemari sumber air bersih yang digunakan warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Kerang Mutiara Perkasa yang akrab dipanggil Ko Iik hanya menjelaskan bahwa dirinya ketika ada keluhan dari warga sekitar terkait bau dari pekerjaan kerajinan kerang langsung merespon cepat, "Menurut saya tidak ada masalah mas, ketika ada keluhan dari warga kami langsung tindak lanjuti," katanya.
Sementara itu ketua Forum S-One kepada awak media mengatakan, mendesak aparat pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup setempat didesak untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas demi melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat kampung Sabrang yang terdampak.
"Ada beberapa warga yang mengadukan soal limbah abu melalui udara dari kerajinan kerang tersebut, karena menurut saya Proses pengolahan abu kerang, terutama jika dilakukan secara tidak tepat, dapat menghasilkan debu dan partikel halus yang mencemari udara. Hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan pada pekerja dan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Lebih lanjut kata dia, debu dan partikel halus dari abu kerang dapat memicu gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan iritasi saluran pernapasan.
"Kemudian paparan abu kerang pada kulit dapat menyebabkan iritasi dan reaksi alergi pada sebagian orang, ditambah lagi efek kepada perncernaa jika abu kerang terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya, dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika termakan atau terminum" tambahnya
Untuk itu Bang Don akan meminta kepada DLH untuk menindak lanjuti persoalan tersebut dan akan meminta DLH untuk menguji Laboratorium untuk mengetahui apakah abu tersebut berbahaya atau tidak terhadap kesehatan manusia.
Penulis : Redaksi
Editor : Bambang