Berita-compasnews.com, Pandeglang - Proyek pembangunan satuan pendidikan di SMP Negeri 3 Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, diduga tidak memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah ditetapkan. Dugaan ini munculnya kekhawatiran dari berbagai pihak, mengingat pentingnya penerapan K3 dalam setiap kegiatan konstruksi, terlebih di lingkungan pendidikan.
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di sekolah tersebut dinilai telah mengabaikan prosedur keselamatan kerja yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Mulai dari minimnya alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja, tidak adanya keselamatan di area proyek, hingga kurangnya pengawasan yang memadai di lapangan.
Baca juga: Tasyakuran Kelulusan dan Kenaikan Kelas SMPN 3 Cipeucang Berlangsung Sederhana dan Penuh Haru
Masyarakat sekitar dan beberapa pemerhati pendidikan di wilayah Cigeulis menyayangkan lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan maupun Dinas terkait di tingkat Kabupaten Pandeglang.
“Ini sudah jelas melanggar aturan. Kegiatan pembangunan di sekolah tidak boleh mengabaikan unsur keselamatan. Dinas harus turun langsung ke lokasi dan ambil tindakan tegas,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Baca juga: Klarifikasi Isu Penolakan MBG di Cibitung, MUI dan Dapur MBG Tegaskan Tidak Ada Penolakan
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang diminta untuk segera melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi guna memastikan kebenaran dugaan pelanggaran tersebut dan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.
Penerapan standar K3 bukan hanya soal formalitas, melainkan menyangkut keselamatan pekerja serta keamanan warga sekolah yang ada di sekitar lokasi proyek. Jika benar terjadi pelanggaran, maka tindakan tegas harus diambil demi memberikan efek jera dan menjamin kualitas serta keamanan pembangunan fasilitas pendidikan.
Baca juga: Pemerintah Desa se-Kecamatan Cibitung Perkuat Sinergi Bersama Media
Dan lebih jelasnya untuk pemasangan pondasi tidak pake cakar ayam di karnakan lokasi lebih rawan di hawatir kan retak dan ambruk ketika musim hujan dan pas ada getaran alam ungkapnya
Idris gondrobg
Editor : Badwi