Berita-compasnews.com|Probolinggo, – Sorotan publik kembali tertuju pada dinamika politik di Kota Probolinggo. Kali ini, bukan soal kebijakan atau program pembangunan, melainkan sikap istri Walikota Probolinggo yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD. Sebuah video menampilkan dirinya berjoget riang gembira di sebuah acara, di tengah kondisi bangsa yang sedang mengedepankan efisiensi pemerintahan dan rakyat yang masih berjuang mencari pekerjaan.
Walikota Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (GAPKM), Muhammad Saifulloh, menegaskan bahwa perilaku seorang pejabat publik maupun anggota keluarganya tak bisa dilepaskan dari etika sosial dan tanggung jawab moral. “Di saat Presiden Prabowo Subianto menggalakkan efisiensi, penghematan anggaran, dan membuka lapangan kerja, seharusnya pejabat publik mampu menjadi teladan kesederhanaan. Tindakan berjoget riang gembira di depan publik bisa menimbulkan kesan kontras dengan realitas masyarakat yang sedang terhimpit ekonomi,” ujarnya.
Baca juga: Viral Mobil Mundur Kencang Hantam Warung Kopi di Surabaya
Saifulloh menambahkan, rakyat membutuhkan contoh yang menunjukkan empati, bukan sekadar euforia yang berjarak dengan penderitaan mereka. Ia menyayangkan, seorang istri walikota sekaligus anggota legislatif justru terjebak dalam simbolisasi yang bisa dianggap kurang peka terhadap suasana kebangsaan saat ini.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal hiburan, melainkan simbol bagaimana pejabat publik menempatkan diri di tengah rakyat. “Boleh saja ada hiburan, tapi harus tahu tempat, waktu, dan situasi. Jangan sampai tingkah laku elit justru menyinggung perasaan masyarakat yang masih sulit mencari pekerjaan,” ungkapnya.
Baca juga: Mencicip Rujak Cingur Viral Yang Sempat Lama Vakum
Dalam kacamata aktivis, peristiwa semacam ini memperlihatkan adanya jarak antara rakyat dan pejabat publik. Bahkan, bisa menjadi indikator lemahnya sensitivitas sosial di kalangan elit politik daerah. Saifulloh menekankan, seorang pejabat seharusnya mampu menjaga citra diri dan institusi yang diwakilinya, bukan sebaliknya memberi celah bagi publik untuk mempertanyakan integritas dan komitmen.
GAPKM berjanji akan terus memantau dan mengingatkan setiap perilaku pejabat yang dianggap tidak sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo. “Kami tidak anti hiburan, tetapi yang kami tekankan adalah etika publik. Di saat rakyat butuh solusi nyata, jangan justru ditampilkan simbol-simbol kemewahan atau keriangan yang berlebihan,” pungkas Saifulloh.
Baca juga: Warung Nasi Mbak Mur, Menjual Berbagai Macam Makanan Yang Lagi Viral Depan Pasar Rongtengah
Redaksi
Editor : Bambang