Bijak Hadapi Fitnah, Ria Norsan Fokus pada Pembangunan Daerah

berita-compasnews.com
Oplus_0

Berita-compasnews.com_Pontianak,Kalbar//Dunia politik Kalimantan Barat kembali diguncang gelombang disinformasi. Gubernur Ria Norsan menjadi sasaran hoaks yang beredar masif di media sosial. Di tengah riuhnya opini liar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampil menegaskan netralitas, sementara sang Gubernur menunjukkan keteladanan dengan sikap tenang dan fokus pada agenda pembangunan daerah.

KPK Tegaskan Profesionalitas

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, lembaga antirasuah tidak bisa dipengaruhi oleh tekanan opini maupun pemberitaan yang bersifat menjatuhkan.

KPK bekerja secara profesional sesuai aturan dan ketentuan undang-undang. Jadi, tidak akan terpengaruh oleh tekanan pihak mana pun, apalagi oleh isu hoaks yang sifatnya menghakimi,” tegasnya dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK.

Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa KPK tetap konsisten menjaga kredibilitas dan netralitas, meski isu politik berhembus kencang.

Fenomena Trial by Media

Praktisi hukum Lutphi Kamal SH menilai maraknya hoaks dan “trial by media” terhadap figur Ria Norsan sebagai kemunduran demokrasi.

“Jangan karena kepentingan pribadi atau kelompok lalu menyerang orang lain tanpa berpikir benar atau tidaknya. Apalagi sering mendahului proses hukum yang sah,” ujarnya.

Menurutnya, publik harus semakin cerdas menyaring informasi agar tidak mudah termakan isu provokatif.

Respons Sang Gubernur

Menariknya, Gubernur Ria Norsan tidak terjebak dalam perang opini. Dengan sikap santai dan penuh wibawa, ia memilih menyikapi fitnah dengan bijak.

“Beliau tidak emosional, justru mengajak semua pihak lebih baik bekerja nyata untuk rakyat Kalbar,” terang Lutphi.

Sikap ini mencerminkan kedewasaan politik dan fokus kerja seorang pemimpin.

Meluruskan Fakta Hukum

Lutphi juga menegaskan, isu soal pemanggilan KPK terhadap Ria Norsan telah dipelintir. Faktanya, Norsan hanya dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus di Dinas PUPR Kabupaten Mempawah, saat ia masih menjabat Bupati.

“Status saksi sangat berbeda dengan tersangka. Ini wajar dalam proses hukum, dan tidak seperti tuduhan di media sosial,” tegasnya.

Fokus pada Pembangunan

Alih-alih larut dalam fitnah, Ria Norsan meneguhkan komitmennya membangun Kalimantan Barat. Sejumlah program strategis terus digarap untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lebih baik energi kita diarahkan untuk bekerja dan berbuat nyata demi rakyat,” demikian pesan yang disampaikan melalui kuasa hukumnya.

Kolaborasi Lawan Hoaks

Kasus ini menjadi pelajaran penting: hoaks hanya bisa dilawan dengan sinergi. KPK teguh dengan prinsip hukum, Gubernur Ria Norsan tetap fokus pada kerja nyata, sementara masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar tidak gampang terprovokasi.

Dengan keteguhan hukum dan keteladanan pemimpin, ditambah publik yang makin cerdas, Kalbar diyakini mampu melewati ujian disinformasi dan tetap bergerak maju dalam pembangunan.

Pewarta: Kusnadi

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru