Jangan Tunggu Korban Jiwa, Segera Bangun Jembatan Segorong!

berita-compasnews.com
Oplus_0

Berita-compasnews.com_Bengkayang,Kalbar//Peristiwa ambrolnya Jembatan Segorong di simpang pabrik WKN, Kecamatan Seluas, Jumat pagi (12/9/2025), adalah bukti nyata betapa pemerintah telah gagal hadir di tengah penderitaan rakyat perbatasan. Sebuah mobil pengangkut barang terperosok karena kayu jembatan lapuk tak mampu menahan beban. Untung saja tidak ada korban jiwa, tetapi sampai kapan rakyat harus mempertaruhkan nyawa di atas jembatan maut?

Lebih ironis lagi, jembatan yang nyaris memakan korban itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah seorang anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Partai PDIP. Fakta ini membuat masyarakat kian geram: bagaimana mungkin wakil rakyat bisa tinggal begitu dekat, namun kondisi jembatan dibiarkan lapuk hingga ambrol?

Padahal jalur Segorong bukan sekadar lintasan biasa, melainkan urat nadi perekonomian rakyat perbatasan Bengkayang – Jagoi Babang – Sanggau Ledo – hingga Pontianak. Namun akses vital ini tetap diperlakukan seolah tanpa arti. Pemerintah seakan lebih sibuk memoles pencitraan politik ketimbang memperbaiki jembatan lapuk dan jalan berlubang yang setiap hari dilalui rakyat kecil.

Kalau saja jembatan ini berada di depan kantor bupati atau rumah pejabat tinggi, barangkali sudah dicor beton bertulang dalam hitungan hari. Tetapi karena berada di pelosok perbatasan, suara rakyat dianggap angin lalu. Padahal, di kota-kota besar, pemerintah bisa dengan mudah menggelontorkan miliaran rupiah untuk bangunan megah dan acara seremonial.

Infrastruktur perbatasan bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan keadilan. Membiarkan rakyat melintasi jalan tanah yang becek, jalan berlubang bak kubangan, dan jembatan lapuk yang siap menelan korban adalah bentuk pengabaian nyata negara terhadap warganya sendiri.

Masyarakat kini menuntut, bukan lagi berharap: bangun segera Jembatan Segorong dan perbaiki akses jalan perbatasan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah pura-pura peduli.

Pewarta: Kusnadi

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru