Antrian Solar di SPBU Samalantan Bikin Macet, Polisi Belum Tampak di Lokasi

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com_Bengkayang, Kalbar //Antrian panjang kendaraan roda empat untuk mengisi bahan bakar solar di SPBU Pertamina 64.791.17 Samalantan, Senin (22/9/2025) pagi, menimbulkan kekacauan di badan jalan. Deretan mobil yang parkir tidak beraturan di sisi kiri dan kanan jalan membuat arus lalu lintas tersendat parah, hingga mengganggu pengguna jalan lainnya.

Pantauan langsung media Berita-compasnews.com sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan mengular panjang tanpa pengaturan lalu lintas yang memadai. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan akibat semrawutnya arus kendaraan di sekitar SPBU.

“Kalau terus begini, masyarakat yang mau lewat sangat terganggu. Kadang sampai setengah jam terjebak macet hanya karena antrean solar. Harusnya ada petugas yang mengatur lalu lintas,” ujar Rudi (39), salah seorang warga Samalantan yang ditemui di lokasi.

Yang menjadi sorotan, hingga saat berita ini diturunkan belum terlihat adanya aparat kepolisian dari Polsek Samalantan yang berada dekat dengan lokasi pom bensin tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Padahal, situasi tersebut jelas meresahkan masyarakat yang melintas.

Wartawan Berita-compasnews.com telah berupaya menghubungi pihak Polsek Samalantan, Polres Bengkayang, untuk dimintai tanggapan terkait penanganan situasi ini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian belum berhasil dikonfirmasi.

Sebagai catatan, Pertamina sebenarnya telah mengatur tata cara pembelian BBM bersubsidi melalui program Subsidi Tepat MyPertamina. Berdasarkan aturan yang berlaku, kendaraan pengguna solar subsidi wajib terdaftar dalam sistem MyPertamina dengan kuota harian tertentu. Hal ini bertujuan agar penyaluran tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan antrean seperti yang sering terjadi di lapangan.

Namun, lemahnya pengawasan di lapangan kerap membuat aturan tersebut tidak berjalan maksimal. Antrian panjang dan kemacetan imbasnya justru ditanggung oleh masyarakat umum yang tidak berkepentingan mengisi BBM.

Tajuk Redaksi

Fenomena antrean solar di Samalantan bukan hanya soal kelangkaan BBM, tetapi juga lemahnya koordinasi dan pengawasan. SPBU seharusnya memiliki mekanisme agar kendaraan tidak menumpuk di badan jalan, sementara aparat kepolisian wajib hadir mengatur lalu lintas demi menjaga ketertiban.

Jika dibiarkan berlarut, masyarakat umum yang tidak berkepentingan justru menjadi korban kemacetan. Kontrol sosial ini penting ditegaskan: distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran, dan keamanan serta kenyamanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru