Jalur Tikus Jagoi Babang Bocorkan Pendapatan Negara: Menkeu Purbaya Buka WA Khusus Lapor Oknum Bea C

Jalur Tikus Jagoi Babang Bocorkan Pendapatan Negara: Menkeu Purbaya Buka WA Khusus Lapor Oknum Bea Cukai dan Pajak

Reporter : Kusnadi

Berita-Compasnews.com,Bengkayang, Kalbar//Kebocoran pendapatan negara diduga masih marak terjadi melalui jalur tikus di perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dari wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini, arus masuk barang ilegal dilaporkan mengalir bebas hingga ke Kota Singkawang dan Pontianak, bahkan menyeberang ke Pulau Jawa tanpa melalui prosedur kepabeanan resmi.

Fenomena ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan dugaan adanya praktik pembiaran oleh oknum aparat di lapangan. Sejumlah gudang penyimpanan di kawasan perbatasan dan jalur lintasan antardaerah disebut beroperasi tanpa pengawasan ketat. Kondisi ini menyebabkan kebocoran penerimaan negara dari sektor pajak dan bea cukai terus berulang setiap tahun.

“Truk Pengangkut Barang Ilegal Seperti Lewat Jalan Tol Bebas Hambatan”

Pemerhati kebijakan publik Dr. Herman Hofi Munawar, SH menilai situasi di Jagoi Babang sudah berada pada tahap darurat moral fiskal dan integritas hukum.

 “Truk-truk pembawa barang dari batas Bengkayang seperti jalan tol bebas hambatan. Barang ilegal ini jelas tidak melalui jalur resmi, sehingga tidak tercatat dalam sistem negara,” ungkap Dr. Herman Hofi Munawar.

Ini bukan lagi sekadar soal kebocoran pendapatan, tapi soal bobroknya integritas dalam pengelolaan sumber daya dan marwah hukum negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah harus melakukan operasi penutupan permanen jalur tikus dan pembersihan oknum nakal di instansi terkait.

 “Jika pemerintah tidak menutup jalur tikus dan menindak tegas oknumnya, maka kita sedang membiarkan negara kehilangan marwahnya di hadapan rakyat sendiri,” pungkas Herman.

Layanan “Lapor Pak Purbaya”: Rakyat Bisa Adukan Oknum Pajak dan Bea Cukai Nakal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025, langsung membuat gebrakan serius dalam pengawasan fiskal. Ia membuka kanal pengaduan masyarakat bertajuk “Lapor Pak Purbaya”, yang dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0822-4040-6600.

 “Saya sudah janji, masyarakat bisa langsung lapor jika menemukan oknum Bea Cukai atau Pajak yang nakal. Laporkan ke nomor ini, dan kami akan tindaklanjuti,” tegas Menkeu Purbaya dalam konferensi di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keterbukaan dan respon cepat pemerintah dalam menindak penyimpangan di lapangan, terutama di titik-titik rawan penyelundupan dan penghindaran pajak seperti perbatasan Kalimantan Barat.

TNI Tegaskan Siaga Penuh di Perbatasan

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si. menegaskan komitmen TNI untuk menutup ruang gerak barang ilegal di tapal batas. Saat meninjau Pos Koki Jagoi Babang pada Selasa (14/10/2025), Pangdam memberikan arahan langsung kepada prajurit Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC Kostrad.

 “Tugas kalian tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga mencegah masuknya barang ilegal, terutama narkotika. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang bermain di wilayah abu-abu ini,” tegas Pangdam di hadapan prajurit.

Pangdam juga berpesan agar prajurit menjaga integritas, kesehatan, dan kewaspadaan, serta menjauhi pengaruh negatif selama bertugas di wilayah perbatasan.

Desakan Audit dan Penegakan Hukum Terpadu

Publik kini mendesak agar Bea Cukai, TNI, Kepolisian, KPK, dan BPK melakukan audit serta operasi terpadu di wilayah perbatasan Jagoi Babang hingga jalur distribusi Pontianak–Jawa.

Pola pergerakan barang tanpa dokumen resmi dinilai tak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi terkait tindak pencucian uang, sebagaimana diatur dalam UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

 “Kekayaan yang bersumber dari kegiatan ilegal tetaplah hasil kejahatan ekonomi. Negara harus hadir, bukan diam,” tegas Dr. Herman Hofi Munawar.

Catatan Redaksi

Bea dan Cukai, serta aparat pengawasan lintas lembaga, kini berada dalam sorotan tajam publik.

Laporan “Lapor Pak Purbaya” diharapkan menjadi kanal transparansi baru untuk menindak oknum yang mempermainkan kedaulatan fiskal negara.

🇮🇩 Negara tidak boleh kalah di pintu perbatasan. Bila pendapatan bocor di Jagoi Babang, maka yang ikut bocor adalah wibawa hukum dan martabat bangsa.

 

🖋️ Reporter: Tim Kalbar

📍 Editor: Kusnadi – Korwil Kalimantan Barat

📡 Media Online: Berita-Compasnews.com

🏢 PT. Umar Nurul Abadi

🆔 ID Redaksi: 028/BCC-PR/2025

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru