Musdesus Jadi Fondasi Demokrasi Ekonomi Desa Dalam Percepatan Gerakan Koperasi Merah Putih

Musdesus Jadi Fondasi Demokrasi Ekonomi Desa Dalam Percepatan Gerakan Koperasi Merah Putih

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com,Bengkayang,Kalbar//Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) kembali menegaskan perannya sebagai pondasi demokrasi ekonomi desa dalam percepatan pembangunan fisik dan tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pada Selasa (18/11/2025), dua desa di Kabupaten Bengkayang — Desa Sebente Kecamatan Teriak dan Desa Kumba Kecamatan Jagoi Babang — menggelar Musdesus sebagai syarat utama pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta penguatan kelembagaan koperasi.

Langkah ini merupakan implementasi langsung Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2025 yang menargetkan percepatan pembangunan gerai dan infrastruktur koperasi sebagai motor kemandirian ekonomi desa dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sebente: Warga Berharap Gerai Koperasi Segera Beroperasi

Musdesus di Desa Sebente digelar di aula kantor desa, diikuti Kepala Desa, BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, anggota koperasi, serta Asisten Bisnis KDMP Sebente, Merin Eba.

Kepala Desa Sebente, Johan, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan fisik gerai dan kantor KDMP sebagai bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.

 “Kita sangat mendukung percepatan pembangunan fisik KDMP Sebente, agar tujuan besar program nasional ini segera terwujud untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Johan.

Asisten Bisnis KDMP Sebente, Merin Eba, menilai tantangan teknis di lapangan — seperti keterbatasan listrik, jaringan internet, serta kondisi jalan rusak — justru menjadi pengalaman berharga.

 “Kendala itu pasti ada, tetapi selalu ada solusi. Yang terpenting, semangat kolaborasi antara pengurus KDMP dan pemerintah desa sangat luar biasa,” ujarnya.

Kumba: Pengembalian Pinjaman Diperkuat Lewat Transparansi Publik

Di Desa Kumba, Kecamatan Jagoi Babang — desa yang berada di perbatasan RI–Malaysia — Musdesus difokuskan pada agenda persetujuan pengembalian pinjaman koperasi tahun 2025.

Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat, pendamping desa, hingga TNI–Polri. Sekretaris Desa Kumba, Rahmat, menyebut Musdesus ini krusial untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

 “Musdesus ini sangat penting agar semua kebijakan koperasi berjalan terbuka dan diketahui masyarakat. Ini langkah kita bersama mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi desa,” jelas Rahmat mewakili Kepala Desa.

Ketua KDMP Kumba, Supardi, berharap pendampingan dari BA, konsultan, dan pemangku kepentingan terus diperkuat.

 “Kami berharap dukungan penuh agar Gerakan Koperasi Merah Putih bisa sukses dan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat desa,” ungkapnya saat diwawancarai via telepon.

Pembangunan Fisik Dikawal APN dan TNI

Kedua proyek pembangunan fisik KDMP — di Sebente dan Kumba — dilaksanakan PT Agrinas Pangan Nasional (APN) bekerja sama dengan TNI di bawah komando Dandim 1209/Bky. Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat rantai pasok desa, meningkatkan akses pasar, dan menciptakan pusat ekonomi baru berbasis koperasi.

Musdesus: Instrumen Demokrasi yang Menentukan Arah Ekonomi Desa

Kepala Konsultan BBLC sekaligus Ketua Forum Diskusi dan Konsultasi KDKMP Kabupaten Bengkayang, Heru Kamaruzzaman, menegaskan bahwa Musdesus adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di desa yang tidak boleh diabaikan.

 “Musdesus adalah fondasi demokrasi desa. Di sinilah aspirasi masyarakat diserap, diputuskan, dan diberi legitimasi,” tegas Heru, yang juga Sekjen Asosiasi KDMKP Nasional.

Heru merinci dua fokus utama Musdesus dalam gerakan KDMP:

1. Pembangunan Fisik

Menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi warga.

Menjamin penggunaan Dana Desa tepat sasaran.

Menciptakan legitimasi dan akuntabilitas publik.

Menjadi dasar penyusunan RKPDes dan APBDes.

2. Pinjaman Koperasi

Menjamin persetujuan dan dukungan publik atas pinjaman koperasi.

Menjaga transparansi mekanisme pembiayaan dan risiko.

Memperkuat ekonomi gotong royong desa dan kesejahteraan anggota.

Heru menutup pesannya dengan apresiasi:

 “Keputusan strategis seperti pembangunan infrastruktur dan pengelolaan pinjaman harus dibuat kolektif dan transparan. Saya apresiasi pengurus KDMP Bengkayang yang sudah melaksanakan Musdesus dengan benar.”

KDMP Jadi Mesin Kemandirian Desa

Melalui Musdesus ini, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat meneguhkan komitmen bahwa koperasi bukan sekadar unit usaha, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang memicu kemandirian desa, memperkuat ekonomi lokal, dan memperluas akses kesejahteraan.

Program ini diharapkan menjadi ikon baru demokrasi ekonomi yang lahir dari desa, tumbuh di desa, dan kembali untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru