Berita-compasnews.com || Sampang - Festival adat budaya nusantara (FABN) gandeng Yayasan Mahkuto Romo gelar Workshop Periodeisasi Madura yang mana membahas Kerajaan, Kesultanan, dan Kadipaten dimana merujuk pada sebuah kegiatan atau diskusi yang fokus pada pembagian tahapan sejarah Madura berdasarkan struktur Pemerintahan.
Workshop periodeisasi Madura dihadiri oleh para Sejarawan Kerajaan Madura di tiga Kabupaten diantaranya Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Bertempat di Aula Kantor Disporabudpar
Kabupaten Sampang pada Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Penghargaan diperoleh Remaja Putra Suhadak (RPS) Juara 3 Festival Daul Combo se-Madura
Kegiatan Workshop yang difasilitasi oleh Disporabudpar ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi berkelanjutan, sebagai bentuk sinergitas pada kegiatan diskusi yang fokus pada tahapan sejarah madura.
Diadakannya Gelar acara Workshop Periodeisasi Madura ke.VI 2025 ini bertujuan agar para generasi, pemuda dan pemudi tahu dan paham akan perihal sejarah di madura.
Kyai Romli, (Romo) saat ditemui media ini mengungkapkan
"Tujuan diadakannya
Workshop Periodeisasi Madura adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan sejarah, budaya, dan potensi madura. untuk itu, dengan adanya Workshop Periodeisasi Madura kali ini untuk memberikan pemahaman, dan sekaligus mengajak kepada para generasi muda-mudi agar melek sejarah
Kerajaan, Kesultanan Serta Kadipaten di Madura, " ungkap R. Tg K.H. Ach Ramli Wiryo Diningrat (Abah Romo).
Hal senada diungkapkan oleh R. L Andik Romadhon Prihantoro Jati
Tujuan diadakan nya Kegiatan Workshop Periodeisasi Madura ini adalah.
"Dengn mengumpulkan nara sumber sejarawan Kerajaan empat kabupaten di madura.
salah satu point penting selain perihal sejarah adalah, persatuan dan kesatuan dari suku madura dari sisi manapun, supaya persepsi pola pikir dan kisi kisi di masyarakat ini tidak terlalu menonjol. Kendati demikian, dari sejarah inilah mengharapkan para generasi muda paham dan mengerti dari Bangkalan, Sampai Sumenep dan sebaliknya dari Sumenep sampai Bangkalan masih ada keterkaitan keluarga atau masih bersaudara. Lebih lanjut Gus Andik sapaan akrabnya menerangkan, Workshop Periodeisasi Madura ini merupakan musyawarah untuk diambil satu keputusan perihal sejarah awal pulau madura sampai kepada jaman kolonial. akan tetapi point utamanya adalah, Periodeisasi waktu belum kepada subtansif isi daripada Kerajaan tersebut. Kemudian Point yg dibahas adalah Periodeisasi waktu setiap kerajaan, Kadipaten, atau Kesultanan. yang mana tujuan nya adalah supaya pemuda pemudi melek sejarah yg mana out putnya akan sangat membawa manfaat, " terang Gus Andik religius.
Baca juga: Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Cikeusik
Sekedar diketahui Pada gelar Workshop Periodeisasi Madura Ke. VI
Dihadiri oleh Nara Sumber Sejarawan Kerajaan
Nara Sumber Yang Hadir :
1. Bapak Hidrocim Sabaruddin ( Bangkalan )
2. Bapak Moh. Ridwan S.P.d ( Bangkalan )
3. Bapak Drs. Imam Sanusi M.P.d ( Sampang )
4. Bapak Muhammad Nurchalid S.P.d ( Sampang )
5. Bapak Bustomi Irwan K S.P.d, M.P.d, M.M ( Sampang )
6. Bapak R. Sonny Budiharto S.H, M.S.i ( Pamekasan )
7. Bapak R. Fatkhur Roozy S.Sos ( Pamekasan ).
Sementara atas nama
Panitia Festival Adat Budaya Nusantara VI beserta Kru mengucapkan Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mensuport atas Suksesnya pada acara ini Semoga gelar acara ini membawa manfaat .
Editor : Taufik