Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Dalam Rangka Perayaan Natal PIKI Bali sangat meriah dirasakan dengan hadirnya Ketua Umum PIKI Pusat Ibu Dr. Badikenita Br, Sitepu yang ikut hadir dalam ibadah Natal PIKI Bali Pada Jumat, (16/1/2026)
Ada beberapa Pimpinan organisasi Kristen yang ada di Bali diantaranya ,
1.PGPI
2.PGLII
3.PBI
4.Soulvetion Army
5.Undhira-Bali
6.YPKH
7.PPLP
8.PWKI
9.PPHKI
10.BPD Perwati
11.Parkindo
12.JKK
13.GAMKI
14.YKK
15.MIO Bali
Baca juga: Wujudkan Sungai Lestari: Aksi Nyata Tim Bina Desa Tebar Benih Bandeng di Aliran Sungai Desa Budeng
Mengenal sejarah PIKI (Persatuan Intelengensia Kristen Indonesia)
"Sejarah mencatat latar belakang dan pendirian menjadi, Konteks Sejarah: Lahirnya PIKI yang terjadi di tengah era Indonesia yang baru merdeka, di mana para cendekiawan Kristen merasa perlu menyatukan diri untuk berkontribusi secara intelektual dalam pembangunan sosial, budaya, dan politik.
Deklarasi: Pertemuan di Sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 19 Desember 1963 menjadi momen deklarasi lahirnya PIKI.
Tujuan Awal: Membangun kesadaran dan pemikiran Kristen yang relevan dengan isu kebangsaan, menjadi wadah diskusi, serta berperan dalam pendidikan dan advokasi.
Baca juga: Transformasi Digital Pelayanan Pertanahan, Bahas Kesiapan Sarana dan Prasarana
Tokoh Pendiri:
Johannes Leimena
Todung Sutan Gunung Mulia (T.S.G Mulia)
Manasse Malo
Pontas Nasution
Perjalanan Organisasi
Setelah kongres pertama di Agustus 1965, PIKI sempat mengalami masa surut hingga tahun 1986.
Organisasi ini kemudian dibangkitkan kembali pada Juni 1987 seiring dengan dinamika kebangsaan, dan terus aktif berkontribusi dalam isu-isu kebangsaan, pendidikan mendirikan universitas, dan dialog antarumat beragama.
Dengan demikian, PIKI lahir dari semangat kebangsaan dan keimanan, bertujuan menyatukan kaum intelektual Kristen untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Baca juga: MANUMADA CUP I 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bakat Pemuda IKTR Bali
Dengan perayaan Natal PIKI saat ini menjadi momentum agar menjadi semakin ingat kepada Sang Pencipta, agar kita tetap menjadi terang bagi semua orang.
Red/Daeng
Editor : Badwi