Konflik Antar Se Profesi Wartawan Jadi Sorotan di Surabaya

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Surabaya — Polemik antar pihak yang sama-sama mengaku sebagai wartawan kembali mencuat di Surabaya. Persoalan tersebut bermula dari perbincangan di grup WhatsApp dan berkembang hingga ramai diberitakan sejumlah media.

Praktisi pers senior Surabaya, Eko Gagak, menilai konflik terbuka antar sesama pengaku wartawan berpotensi mencoreng nama baik profesi pers. Menurutnya, wartawan adalah profesi yang memiliki etika dan tanggung jawab, bukan alat kepentingan pribadi atau kelompok.

Baca juga: Profesi Wartawan Dicemarkan Oleh Akun TikTok @mulia rosok, Akunnya Ditengarai Sebagai Praktik Motor Bodong

“Wartawan itu profesi. Nama wartawan harus dijaga dan tidak digunakan sembarangan,” ujar Eko Gagak, Selasa (3/2/2026).

Ia mengingatkan, konflik yang dikonsumsi publik dapat berdampak pada wartawan lain yang tidak terlibat. Karena itu, ia meminta agar setiap persoalan diselesaikan secara profesional.

Eko juga mengajak seluruh pihak untuk kembali berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers, serta mengedepankan klarifikasi dan verifikasi sebelum membawa persoalan ke ruang publik.

“Profesi ini terlalu mulia untuk dirusak oleh konflik yang tidak perlu,” pungkasnya.

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru