Program MBG Disorot: Dugaan “Maling Berkedok Gizi” Rugikan Masyarakat

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, kini justru menuai sorotan tajam. Sejumlah pihak menilai program tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi, hingga muncul istilah “maling berkedok gizi” di tengah masyarakat. Jumat (3/4/2026) 

Kritik ini mencuat setelah ditemukan indikasi adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Mulai dari kualitas makanan yang tidak sesuai standar, pengurangan porsi, hingga dugaan permainan anggaran yang tidak transparan.

Baca juga: Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas, Kapolrestabes Surabaya Gelar Aksi Makan Bergizi Gratis di SD Dumas, Kecamatan Bubutan Surabaya 

Sejumlah warga mengaku kecewa karena bantuan yang seharusnya memberikan manfaat maksimal justru tidak dirasakan secara utuh. “Harusnya ini untuk meningkatkan gizi masyarakat, tapi yang terjadi malah seperti formalitas saja. Kualitasnya jauh dari harapan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Pengamat kebijakan publik menilai, lemahnya pengawasan menjadi celah utama terjadinya dugaan penyimpangan tersebut. Tanpa sistem kontrol yang ketat, program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sangat rentan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, transparansi anggaran juga menjadi sorotan penting. Masyarakat menuntut adanya keterbukaan terkait alokasi dana, distribusi bantuan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Menanggapi hal ini, sejumlah aktivis mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika terbukti ada pelanggaran, penindakan tegas harus dilakukan tanpa pandang bulu.

“Program ini jangan sampai menjadi ladang korupsi terselubung. Jika benar ada oknum yang bermain, maka harus diusut tuntas. Jangan sampai niat baik negara untuk rakyat justru disalahgunakan,” tegas salah satu aktivis.

Masyarakat pun diimbau untuk berani melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan program MBG. Dengan pengawasan bersama, diharapkan program ini dapat kembali berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, bukan menjadi kedok praktik yang merugikan rakyat.

Daeng

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru