Akses Vital Lumpuh: Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Bengkayang Rusak Parah, Warga Desak Solusi Nyata

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com | Bengkayang, Kalbar – Infrastruktur yang layak merupakan hak mendasar bagi masyarakat guna menggerakkan roda perekonomian dan mengakses fasilitas publik. Namun, realita pahit harus dihadapi oleh ribuan warga di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jembatan utama yang menjadi urat nadi penghubung antara Kecamatan Lembah Bawang dan Kecamatan Samalantan kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan para pelintas.

Berdasarkan pantauan langsung dan dokumentasi visual di lapangan jembatan kayu  Marunsu, Kecamatan Samalantan tersebut tampak mengalami kerusakan struktural yang sangat parah. Balok-balok kayu penyangga terlihat rapuh, patah, dan tumpang tindih tidak beraturan, menyisakan rongga-rongga besar yang langsung mengarah ke aliran sungai di bawahnya. Kondisi ini laksana "bom waktu" yang siap memakan korban jiwa jika terus dibiarkan tanpa penanganan medis penataan infrastruktur yang konkret.

Urat Nadi Perekonomian dan Pelayanan Publik Terhambat, Keluhan mendalam datang dari masyarakat Desa Gudang Damar yang mewakili sedikitnya delapan desa di wilayah Kecamatan Lembah Bawang. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan jalur komoditas utama untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan, serta pasokan kebutuhan pokok sehari-hari.

"Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang dapat segera memberikan perhatian serius. Jembatan ini adalah akses tunggal kami. Kalau ini terputus total atau ambruk, mobilitas warga akan lumpuh, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses layanan kesehatan darurat pun akan terhambat," ungkap salah seorang warga setempat dengan nada penuh harap.

Selain mengganggu perputaran ekonomi lokal, minimnya perawatan pada fasilitas publik di wilayah pedesaan ini dinilai mencederai prinsip keadilan sosial dan pemerataan pembangunan yang kerap didengungkan oleh pemerintah daerah.

Seruan Profesional Korwil Kalimantan Barat, Menanggapi jeritan dan aspirasi masyarakat yang kian meluas, Kusnadi, Selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan Barat Berita-compasnews.com, menegaskan bahwa pembiaran terhadap infrastruktur yang rusak parah seperti ini tidak boleh berlarut-larut.

"Negara harus hadir di tengah kesulitan masyarakat. Jembatan di Marunsu ini adalah akses vital antar-kecamatan. Pembangunan daerah tidak boleh hanya berpusat di area perkotaan, tetapi harus menyentuh esensi kebutuhan masyarakat desa yang menjadi penopang pangan wilayah. Kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Bupati Bengkayang untuk segera turun ke lapangan dan menganggarkan perbaikan darurat demi keselamatan warga," 

Komitmen Jurnalistik Berimbang, Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan ataupun keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bengkayang maupun instansi teknis terkait mengenai rencana renovasi atau pembangunan kembali jembatan tersebut.

Sebagai media yang menjunjung tinggi profesionalisme dan kemandirian pers, Redaksi Berita-compasnews.com membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Bengkayang maupun pihak terkait untuk memberikan hak jawab, tanggapan, ataupun klarifikasi resmi. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Masyarakat di dua kecamatan kini hanya bisa menunggu kepastian. Apakah aspirasi mereka akan segera diwujudkan dalam bentuk nyata, ataukah jembatan ini harus menunggu runtuh dan memakan korban terlebih dahulu sebelum mendapatkan perhatian dari pemangku kebijakan?

 

Laporan: Kusnadi (Korwil Kalimantan Barat)

Sumber/Foto: Masyarakat Kecamatan Lembah Bawang & Samalantan

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru