Danrem 084/Bhaskara Jaya: Persatuan dan Gotong Royong Kunci Keberhasilan Membangun Bangsa

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Sumenep – Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, saat melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sumenep, Kamis (2/7/2026) malam. Dalam forum silaturahmi bersama tokoh lintas elemen masyarakat, Danrem mengajak seluruh komponen bangsa memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi guna menyukseskan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 di Pulau Madura.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel MYZE Sumenep dan diselenggarakan Kodim 0827/Sumenep tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan itu tokoh agama, anggota DPRD Kabupaten Sumenep, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, budayawan, pengusaha, ketua organisasi wartawan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Danrem 084/Bhaskara Jaya bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084 beserta rombongan ke Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa membangun Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai apabila hanya mengandalkan satu institusi tanpa dukungan masyarakat.

"Indonesia dibangun dengan semangat gotong royong. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, pengusaha, insan pers, hingga seluruh masyarakat memiliki peran sesuai profesinya masing-masing. Ketika semuanya bersatu, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat dan maju," ujarnya.

Alumni Akademi Militer (Akmil) 1999 asal Karawang, Jawa Barat, itu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi kecintaan kepada NKRI harus selalu berada di atas kepentingan apa pun. Persatuan adalah kekuatan utama bangsa ini," tegasnya.

Danrem turut membagikan kisah perjalanan hidupnya hingga dipercaya memimpin Korem 084/Bhaskara Jaya. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, berpikir positif, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi bangsa.

"Kalau dulu saya tidak memaksa diri untuk belajar, bekerja keras, berpikir positif, dan terus mencintai NKRI, mungkin saya tidak akan berada pada posisi ini. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk terus berkarya sesuai profesinya demi kemajuan Indonesia," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Kohir juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah berkecimpung di dunia jurnalistik. Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun optimisme masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.

"Media memiliki kekuatan besar dalam memberikan edukasi, membangun optimisme, dan memperkuat persatuan. Karena itu saya selalu berupaya menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers di setiap daerah penugasan," ungkapnya.

Atas kepeduliannya terhadap dunia pers, Brigjen TNI Kohir pernah menerima penghargaan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai bentuk apresiasi atas kemitraannya dengan insan media.

Sementara itu, budayawan nasional asal Sumenep, Zawawi Imron, mengajak masyarakat Madura untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan yang telah diwariskan para leluhur.

Menurutnya, masyarakat Sumenep memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Semangat Bhinneka Tunggal Ika telah hidup dalam budaya masyarakat jauh sebelum menjadi semboyan negara.

"Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan. Orang Madura akan tetap setia kepada Indonesia karena negeri ini adalah anugerah yang harus dijaga bersama," tuturnya.

Silaturahmi tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 yang digelar selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Program yang berada di bawah tanggung jawab langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) itu meliputi 502 sasaran fisik, antara lain pembangunan dan rehabilitasi 33 jembatan, 47 sumur bor, 20 tempat ibadah, 400 rumah tidak layak huni (RTLH) beserta fasilitas MCK, serta pembangunan dua sekolah.

Selain pembangunan fisik, TNI AD juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti 355 operasi katarak gratis, donor darah sebanyak 1.000 kantong, khitan massal bagi 300 peserta, bakti kesehatan untuk 400 warga, bakti lingkungan di 200 titik, empat operasi bibir sumbing, serta penanaman 2.000 pohon trembesi di berbagai wilayah Madura.

Dari empat kabupaten pelaksana, Kabupaten Sumenep menjadi wilayah dengan sasaran terbanyak, yakni 142 titik, sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Pulau Madura.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Brigjen TNI Kohir berharap semangat "Bersama Rakyat TNI Kuat" tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Dengan persatuan, gotong royong, dan sinergi yang kuat, Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru