Berita-compasnews.com, Denpasar. Bali - Kantor Pertanahan Kota Denpasar menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Pertanahan Kota Denpasar ini menghadirkan narasumber dari Politeknik Negeri Bali, BMKG, dan Kantor Pertanahan Kota Denpasar. Kamis (2/Juli/2026)
FGD ini mengangkat tema Mitigasi Banjir Pesisir dan Penguatan Ketahanan Kawasan Wisata Strategis sebagai respons terhadap fenomena hidrometeorologi ekstrem berupa banjir pesisir yang sempat melanda Bali pada September 2025. Kejadian tersebut memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, fungsi kawasan perkotaan, serta sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di Kota Denpasar.
Baca juga: Bahas Permohonan Pembatalan Sertipikat dan Penerbitan Sertipikat Hak Milik
Ketua tim peneliti dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Ir. Joko Sutopo, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bersama anggota tim Prof. Suhirman, M.Kom., Ph.D., dan Prof. Dr. Nur Wening, M.M., melibatkan berbagai pemangku kepentingan bertukar pandangan mengenai tantangan, potensi, serta strategi dalam memperkuat mitigasi banjir pesisir melalui pemanfaatan data, informasi geospasial, serta sinergi antarlembaga.
Baca juga: Tangani Dugaan Tumpang Tindih Sertifikat Kantan Denpasar Gelar Audensi dengan Warga
Partisipasi Kantor Pertanahan Kota Denpasar dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan instansi teknis dalam menyediakan data dan informasi pertanahan yang dapat mendukung perencanaan wilayah berbasis mitigasi bencana. Diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi masukan dalam penyusunan rekomendasi serta pengembangan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan ketahanan kawasan wisata strategis, sehingga mampu menciptakan pembangunan yang lebih adaptif, aman, dan berkelanjutan di Kota Denpasar.
Baca juga: Kantor Pertanahan Kota Denpasar Tetap Melayani Masyarakat di Akhir Pekan
Daeng
Editor : Badwi