Puslitbang Polri Kaji Anggaran Penyidikan di Bengkayang

Reporter : Kusnadi

Berita-Compasnews.com | BENGKAYANG, KALBAR — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut membahas kesesuaian kebutuhan operasional penyelidikan dan penyidikan dengan karakteristik wilayah.

FGD berlangsung di Aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang dengan mengusung tema “Kesesuaian Norma Indeks Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana dan Kebutuhan Operasional Riil serta Karakteristik Kewilayahan guna Mewujudkan Efektivitas Penegakan Hukum.”

Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol. Muhammad Fauzi, S.I.K., S.H., M.M., bersama tim hadir untuk menggali informasi langsung dari personel yang menjalankan fungsi penyelidikan dan penyidikan di wilayah hukum Polres Bengkayang.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., yang diwakili Wakapolres Kompol Suparwoto, S.I.P., menyambut kedatangan Tim Puslitbang Polri.

Suparwoto mengatakan, FGD tersebut menjadi momentum untuk memotret kondisi nyata, tantangan, serta kebutuhan operasional penegakan hukum, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran.

Menurutnya, karakteristik wilayah Bengkayang perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan penganggaran penyelidikan dan penyidikan. Hal itu mengingat wilayah hukum Polres Bengkayang memiliki kondisi geografis beragam serta berbatasan langsung dengan Malaysia.

«“Kita berharap dapat merumuskan kebijakan penganggaran yang lebih proporsional, disesuaikan dengan karakteristik wilayah, tingkat kesulitan perkara, serta indeks kendala geografis,” ujar Suparwoto.»

Ia juga meminta seluruh personel yang mengikuti FGD menyampaikan data dan informasi sesuai kondisi faktual di lapangan.

«“Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena hasil penelitian ini akan menjadi fondasi dasar bagi Mabes Polri dalam menentukan kebijakan anggaran yang lebih baik dan mendukung kinerja penyidik di Polres Bengkayang,” katanya.»

Sementara itu, Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol. Muhammad Fauzi mengatakan, FGD diperlukan untuk memetakan kebutuhan personel dalam menjalankan tugas, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis seperti Bengkayang.

Menurut Fauzi, fungsi penyelidikan dan penyidikan merupakan bagian penting dalam penegakan hukum karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dinamika perkara di lapangan, kata dia, membutuhkan dukungan operasional yang memadai.

«“Fungsi penyelidikan dan penyidikan merupakan etalase penegakan hukum Polri yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dinamika di lapangan sangat kompleks dan membutuhkan dukungan optimal, salah satunya dukungan anggaran yang ideal, transparan dan akuntabel,” ujar Fauzi.»

Ia menjelaskan, norma indeks penyesuaian anggaran menjadi salah satu aspek yang dikaji untuk melihat kesesuaian antara kebutuhan operasional dengan target kinerja Polri.

Melalui wawancara dan diskusi pendalaman, Tim Puslitbang Polri menggali berbagai kendala yang dihadapi personel dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan, termasuk kebutuhan operasional di tingkat kewilayahan.

Berbagai masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan analisis Tim Puslitbang Polri untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

FGD diikuti para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek jajaran Polres Bengkayang, para Kanit pengemban fungsi Reserse, operator, serta personel Polres dan Polsek jajaran.

 

(Hms)

 

Kusnadi

Korwil Kalimantan Barat

Berita-Compasnews.com

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru