Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Titik api di Kabupaten Kayong Utara hingga saat ini belum sepenuhnya padam. Kabut asap masih terus menyelimuti Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, membuat warga setiap hari harus menelan udara yang tak lagi bersih. Ironisnya, sumber api terbaru diduga muncul tidak jauh dari kawasan operasional PT CMI.
Warga menyayangkan penanganan yang dinilai belum maksimal. Padahal, Bantuan Presiden yang disalurkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto senilai 2 miliar rupiah telah diterima oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, termasuk di tingkat Kecamatan dan Satpol PP. Namun hingga hari ini, api dan asap belum juga benar-benar hilang dari pemukiman warga.
"Uang bantuan sudah diterima, tetapi kabut asap tetap kami hirup setiap hari. Warga bertanya-tanya, kemana perginya semua itu?" ujar seorang warga Desa Matan Jaya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dapat bekerja lebih tegas dan transparan dalam menindaklanjuti masalah karhutla ini. Penanganan tidak boleh sekadar prosedur di atas kertas — nyawa dan kesehatan warga dipertaruhkan di sini.
"Kami tidak meminta banyak. Cukup buat api padam, udara kami kembali bersih. Itu hak kami sebagai warga negara yang hidup di tanah sendiri." Cetus Warga Dengan nada kesal
Editor : Badwi