Berita-compasnews.com, Kayong Utara — Ketersediaan LPG 3 kilogram di Desa Sejahtera, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kini menjadi keluhan utama warga. Selain sulit didapat, harga yang dijual di Pangkalan Ratna Sari diduga jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Sesuai SK Bupati Kayong Utara, harga yang tertera di izin pangkalan adalah Rp 18.600 per tabung. Namun fakta di lapangan, warga harus membayar hingga Rp20.000 per tabung.
KELUHAN WARGA
Andi, warga Desa Sejahtera, menyampaikan keluhannya:
"Sudah berkali-kali kami laporkan ke kantor desa agar ditegur. Pihak desa pun sudah sering menegur, tapi pihak pangkalan seakan tidak peduli. Kami kesulitan dapat LPG, dan kalau ada, harganya melonjak tidak sesuai SK Bupati Kayong utara."
Selain masalah harga, warga juga menduga LPG bersubsidi tersebut banyak dijual ke luar desa. Alasan yang dikemukakan pihak pangkalan, warga tidak menyiapkan tabung kosong saat pengambilan, sehingga pemilik pangkalan lebih memilih menyerahkan stok kepada pengecer yang membawa banyak tabung kosong untuk ditukar ke mobil angkut Pertamina.
KETERANGAN PIHAK PANGKALAN
Awak Media Berita Compasnesw mengonfirmasi hal tersebut kepada pengelola Pangkalan Ratna Sari, Ibu Ratna Sari, melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 15 Oktober 2026:
"Kalau yang jual melebihi HET itu sudah dari persetujuan warga bang. Dan yang saya jual ke luar desa itu karena ada warga yang terkadang tidak mengambil jatahnya. Karena saya butuh tabung kosong untuk penukaran isi, maka sisanya saya lelang." — Ujar Ratna
PERTANYAAN PUBLIK
Penjelasan ini justru memicu pertanyaan lebih lanjut:
Apakah benar seluruh warga sepakat harga dinaikkan dari Rp 18.600 menjadi Rp20.000?
Apakah "lelang" tabung LPG merupakan praktik yang diizinkan sesuai ketentuan penyaluran LPG 3kg bersubsidi?
Mengapa warga yang tidak bawa tabung kosong justru dirugikan dan stoknya dialihkan ke pihak lain?
Di mana peran pengawasan dari instansi terkait agar harga dan distribusi sesuai aturan?
Warga berharap instansi berwenang segera menelusuri dugaan penyalahgunaan ini, mengingat LPG 3kg adalah barang bersubsidi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. (Jul)
Editor : Badwi