BERITACOMPASNES.COM || TANGERANG, – Kegiatan di luar sekolah yang semestinya menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak usia dini justru berakhir tragis. Seorang siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah terlindas bus di area parkir Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dari kalangan wali murid, insiden nahas tersebut terjadi di area parkir setelah korban keluar dari bus yang ditumpanginya. Korban kemudian dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia menjelang waktu magrib.
Baca juga: Diduga Balap Liar, Dua Pemuda di Banyuates Luka Berat Usai Hantam Sedan Merah
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, para guru, wali murid, serta masyarakat Kecamatan Gunung Kaler. Tragedi tersebut sekaligus menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan pengawasan anak usia dini dalam kegiatan di luar lingkungan sekolah.
Sebelum kejadian, rombongan siswa PAUD asal Gunung Kaler mengikuti kegiatan pentas manasik haji di Grand Elhajj, Cipondoh, Kota Tangerang. Kegiatan tersebut disebut berlangsung pada Minggu (18/10/2026), sementara pembukaannya oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, disebut berlangsung pada Senin (19/10/2026). Rangkaian waktu kegiatan tersebut masih perlu diperjelas agar kronologi pemberitaan akurat.
PWGK-Kresek Sampaikan Belasungkawa
Pembina Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK-Kresek) Kabupaten Tangerang, Amy, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya anak tersebut.
Amy berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang memilukan ini.
“Sebagai sesama, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Anak-anak usia dini membutuhkan perlindungan dan pengawasan ekstra, sehingga keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan,” ujar Amy kepada wartawan.
Ia juga mengimbau pihak sekolah dan penyelenggara kegiatan agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan di luar sekolah, khususnya yang melibatkan anak-anak usia dini.
Baca juga: KAI Sampaikan Permohonan Maaf dan Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur
Menurutnya, keselamatan anak tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Pengawasan pendamping, prosedur naik dan turun bus, pengaturan pergerakan rombongan, serta pengamanan di area parkir harus menjadi bagian penting dari perencanaan setiap kegiatan.
Amy menegaskan, evaluasi perlu dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Ketua PAUD Gunung Kaler Benarkan Peristiwa
Sementara itu, Ketua PAUD Kecamatan Gunung Kaler, Yayah Rokayah, saat dikonfirmasi ifakta.co pada 20 Oktober 2026, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan duka mendalam.
“Nanti kita ngobrol lagi ya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Dalam kesempatan tersebut, Yayah juga menunjukkan kartu pers dari Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) yang mencantumkan posisinya sebagai Wakil Ketua DPD GWI Banten.
Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap kecelakaan, termasuk identitas dan jumlah pendamping korban saat kejadian, serta keterangan resmi dari pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan dan penyelenggara kegiatan, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kegiatan pendidikan di luar sekolah harus direncanakan dengan mengutamakan keselamatan anak. Pengawasan yang memadai dan prosedur keselamatan yang jelas merupakan bagian penting dari tanggung jawab penyelenggara dalam melindungi peserta didik, terutama anak-anak usia dini.
Sumber: PWGK-Kresek / Wawan N
Editor : Taufik