Lapas Kelas I Madiun Panen 70 Kilogram Lele untuk Dukung Ketahanan Pangan Dapur Bersahaja

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan budidaya perikanan di area Brandgang Ecopark, Lapas Kelas I Madiun berhasil memanen 70 kilogram ikan lele pada Kamis (29/10/2026). Hasil panen tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan Dapur Bersahaja Lapas Kelas I Madiun.

Kegiatan panen diikuti oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Nurma Yuliati, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Andri Setiawan, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Denny Septa, jajaran staf Bimbingan Kerja, serta warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang perikanan.

Baca juga: Lapas Kelas I Madiun Perkenalkan Program Pembinaan kepada Akademisi Internasional NEUST Philippines dan UNIPMA

Panen ini menjadi salah satu wujud pemanfaatan sarana pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk pangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam lapas. Dengan demikian, kegiatan kerja produktif turut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Nurma Yuliati, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut menunjukkan manfaat konkret dari program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Panen lele sebanyak 70 kilogram ini menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian dapat memberikan hasil yang nyata. Hasilnya tidak hanya mendukung kebutuhan pangan Dapur Bersahaja, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun rasa tanggung jawab. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Nurma Yuliati.

Baca juga: Audit Kinerja Ketahanan Pangan, Itjen Kemenimipas Tinjau Bidang Peternakan Lapas Kelas I Madiun

Dalam proses budidaya, warga binaan terlibat langsung mulai dari pemeliharaan ikan hingga pelaksanaan panen. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berbasis praktik yang memberikan pengalaman kerja, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

Salah satu warga binaan berinisial DM mengungkapkan rasa senangnya karena dapat terlibat langsung dalam kegiatan budidaya hingga menghasilkan panen yang bermanfaat.

“Saya merasa senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan budidaya lele hingga panen seperti ini. Dari kegiatan ini, saya belajar bagaimana merawat ikan, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan. Harapannya, keterampilan yang saya dapatkan di sini bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap DM.

Baca juga: Apel Senin Akhir Oktober, Lapas Kelas I Madiun Perkuat Komitmen dan Kinerja Pegawai

Bagi Lapas Kelas I Madiun, hasil panen tersebut tidak sekadar menjadi capaian produksi, tetapi juga mencerminkan keterhubungan antara pembinaan warga binaan dan pemanfaatan hasil kegiatan kerja. Warga binaan memperoleh keterampilan dan pengalaman, sementara hasil budidaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Melalui pengembangan budidaya perikanan dan berbagai kegiatan kerja produktif lainnya, Lapas Kelas I Madiun berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi sarana pembinaan, membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, serta mendukung kemandirian pangan. Upaya ini menjadi bagian dari pelaksanaan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru