Beritakompas.com, Nganjuk - Bantuan pangan yang diluncurkan dari pemerintah pusat untuk kabupaten nganjuk berupa beras sejumlah 130 ribu ton dikemas10 kg selama 6 bulan ke depan,kuat terindikasi adanya permainan harga.
"Berdasarkan konfirmasi dengan ninis selaku humas divre bulog wilayah Kediri,bahwa beras yang dibagikan untuk KPM,yaitu beras import dari luar negeri,dengan alasan karena pada bulan Januari petani lokal belum panen akhirnya memakai import.tetapi dari keterangan ninis humas divre bulog kediri ada suatu kejanggalan bila dilihat dari kemasan beras 10 kg,yang mana didalam kemasan tersebut tertulis beras jenis medium.
"Sedangkan informasi yang didapat dari nara sumber untuk harga beras import dengan beras jenis medium selisih harga,masih mahal beras medium,untuk harga beras jenis medium sendiri per 1 kg sesuai HET 13.750,- sedangkan untuk harga beras impor 10.300,- per1kg.
Sementara sn(inisial) anggota ormas pagar jati kabupaten nganjuk mencium adanya permainan harga yang nilainya milyaran rupiah dalam tiap bulannya,dan berharap agar pihak APH melakukan penyelidikan terkait Bapang,kalau memang ini benar adanya patut dipertanyakan sisa anggaran milyaran tersebut.bersambung
(Sony)
Editor : Badwi